Berkaca dari Krisis 1997, Pemerintah Diminta Waspadai Rayuan IMF
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 19 Juli 2022 - 23:05 WIB
Ilustrasi International Monetary Fund (IMF). (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak terbuai sepenuhnya dengan saran yang diberikan Badan Moneter Dunia atau International Monetary Fund (IMF). Hal tersebut menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad (17/7).
Kamrussamad mengatakan jika rayuan IMF pernah menjerumuskan Indonesia, tepatnya saat krisis 1997 era Presiden Soeharto. Saat itu, paket penyelamatan IMF tertuang dalam Letter of Intent (Lol) yang ditandatangani dua kali oleh Soeharto.
Baca Juga:DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi
"IMF sudah terlalu sering menyebut dunia dalam ketidakpastian. Krisis akan terjadi dan seakan-akan ketakutan sengaja diciptakan untuk menjadi pintu masuk resep-resep IMF," kata Kamrussamad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (19/7/2022).
Berkaca dari krisis 1997, Kamrussamad mengatakan resep yang diberikan IMF terbukti tidak manjur mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia. Saran dari IMF kala itu justru membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk.
"Resep IMF tidak menyelesaikan apapun. Kondisi Indonesia malah semakin buruk. Rupiah semakin terpuruk. 16 Bank dilikuidasi. Rush terjadi di mana-mana," ujarnya.
Kamrussamad mengatakan jika rayuan IMF pernah menjerumuskan Indonesia, tepatnya saat krisis 1997 era Presiden Soeharto. Saat itu, paket penyelamatan IMF tertuang dalam Letter of Intent (Lol) yang ditandatangani dua kali oleh Soeharto.
Baca Juga:DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi
"IMF sudah terlalu sering menyebut dunia dalam ketidakpastian. Krisis akan terjadi dan seakan-akan ketakutan sengaja diciptakan untuk menjadi pintu masuk resep-resep IMF," kata Kamrussamad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (19/7/2022).
Berkaca dari krisis 1997, Kamrussamad mengatakan resep yang diberikan IMF terbukti tidak manjur mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia. Saran dari IMF kala itu justru membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk.
"Resep IMF tidak menyelesaikan apapun. Kondisi Indonesia malah semakin buruk. Rupiah semakin terpuruk. 16 Bank dilikuidasi. Rush terjadi di mana-mana," ujarnya.