Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home global news detail berita

DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi

Garry Talentedo Kesawa Selasa, 19 Juli 2022 - 20:38 WIB
DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi
Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad. (Foto: DPR RI)
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk tidak meremehkan ancaman resesi ekonomi yang terjadi saat ini. Terlebih, Sri Lanka menjadi salah satu contoh nyata dampak dari resesi tersebut.

Kamrussamad mengatakan struktur dan fundamental ekonomi Indonesia lebih kuat dibandingkan Sri Lanka. Namun, hal itu bukan berarti Indonesia bebas ancaman resesi.

Baca Juga: Milenial Dituding jadi Pemicu Melonjaknya Inflasi di AS

"Krisis Sri Lanka dipicu salah satunya oleh krisis utang. Rasio utang to PDB mencapai 117 persen. Sementara rasio utang Indonesia saat ini 38 persen terhadap PDB. Meski demikian, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, rasio ini bisa meningkat," ujar Kamrussamad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (19/7/2022).

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa Badan Moneter Dunia (International Monetary Fund/IMF) memprediksi ekonomi global ke depan semakin suram. Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, Indonesia masuk ke dalam 15 negara di dunia yang terancam resesi bersama Sri Lanka, Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Australia, Taiwan, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan India.

"Indikator ekonomi Indonesia saat ini memang lebih baik. Tapi trajectory-nya mirip dengan lintasan negara-negara yang mengalami resesi," ungkapnya.

Baca Juga: Pengamat Nilai Indonesia Tak Bernasib seperti Sri Lanka, Ini Alasannya

Menurut Kamrussamad, pertumbuhan ekonomi yang positif tidak menjadi jaminan. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 8 persen pada 1996, namun pertengahan 1997 terjadi krisis.

Di sisi lain, Kamrussamad menuturkan cadangan devisa Indonesia saat ini sudah berkurang sekitar 12 miliar dolar AS sejak September 2021. Bahkan, terus berkurang dalam empat bulan terakhir.

"Apalagi ditambah tren capital outflow akibat kenaikan suku bunga The Fed. Belum lagi trend harga komoditas mulai menurun sekarang. Ini berpotensi mempercepat krisis valuta," tuturnya.

Baca Juga:

Inflasi AS Melambung Tinggi, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia

Inflasi Mengancam Indonesia, Ekonom Minta Pemerintah Edukasi Masyarakat


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan