Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Pengamat Nilai Indonesia Tak Bernasib seperti Sri Lanka, Ini Alasannya

fajar adhitya Senin, 11 Juli 2022 - 19:41 WIB
Pengamat Nilai Indonesia Tak Bernasib seperti Sri Lanka, Ini Alasannya
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) per Juni 2022 semakin membaik. Hal tersebut berdasarkan hasil survei nasional yang dirilis Indikator Politik pada Senin (11/7/2022).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai Indonesia tidak akan bernasib sama seperti Sri Lanka. Pasalnya, dalam kondisi ekonomi, politik, keamanan, penegakan hukum menunjukkan peningkatan persepsi.

Baca Juga: 4 Negara Ini Pernah Bangkrut karena Gagal Bayar Utang

"Jadi sebenarnya kekhawatiran Indonesia akan menghadapi situasi seperti Sri Lanka terlalu dibuat-buat. Karena belum ada indikasi yang menunjukkan Indonesia sebagai negara gagal," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya.

Persepsi publik yang direkam Indikator Politik sepanjang periode 16-24 Juni 2022 menunjukkan adanya tren positif pada sejumlah indikator stabilitas negara. Pada sektor ekonomi misalnya, terjadi penurunan pada kategori yang menyatakan buruk atau sangat buruk.

Saat ditanya mengenai kondisi ekonomi rumah tangga saat ini dibanding tahun lalu, mayoritas mengaku sangat baik. Indikator Politik menyatakan tren positif ekonomi rumah tangga konsisten naik.

"Ada banyak peran di situ, tapi yang paling utama kondisi ekonomi mengalami perbaikan meskipun masih banyak PR. Tetapi yang mengalami perbaikan pascapandemi membuat kondisi keamanan lebih stabil," ujar Burhanudin.

Baca Juga: Presiden Sri Lanka Mundur Usai Massa Serbu Istana

Seperti diketahui, krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka memicu protes masyarakat selama berbulan-bulan. Negara di Asia Selatan itu gagal membayar utang luar negeri sebesar 51 miliar dolar AS atau Rp754,8 triliun (kurs Rp 14.800).

Atas hal tersebut, Sri Lanka mengalami kekurangan makanan, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan, ratusan ribu pengendara menghabiskan waktu berjam-jam menunggu bensin dan solar.

Sri Lanka juga menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam dua dekade. Langkah tersebut diambil untuk mencegah inflasi yang tak terkendali dan menghindari pukulan ekonomi yang lebih dalam.

Bank sentral Sri Lanka meningkatkan suku bunga pinjaman sebesar 100 basis poin menjadi 15,50 persen. Sementara, fasilitas simpanan naik menjadi 14,50 persen, yang merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2001.

Baca Juga:

Timeline Kebangkrutan Sri Lanka Akibat Gagal Bayar Utang

Dubes RI: Evakuasi WNI di Sri Lanka Belum Jadi Pilihan Utama


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)