Mengenang KH Mahrus Amin, Kiai Entrepreneur Penggagas 1.000 Pesantren Nusantara
Muhajirin
Senin, 09 Agustus 2021 - 14:00 WIB
Almarhum KH Mahrus Amin (foto: langit7.id/istock)
Sabtu (7/8/2021) kemarin, umat Islam di Nusantara kembali mendapat kabar duka. KH Mahrus Amin, Ulama pendiri Pondok Pesantren Darunnajah dan penggagas 1000 pesantren meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Premiere Bintaro pada pukul 16.20 WIB.
Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah itu lahir di Cirebon, Jawa Barat pada 14 Februari 1940. Ia putra dari pasangan Casim Jasim Ahmad Amin dan Hj. Jamilah binti H. Muharom. Beliau menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Islam Losari Brebes (6 tahun) pada 1954, lalu melanjutkan pendidikan di Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor selama 6 tahun pada 1954-1961, dan menempuh pendidikan tinggi di IAIN Jakarta Fak. Ushuluddin Jurusan Ilmu Dakwah pada 1962 – 1972.
Kiai Entrepreneur
KH Mahrus Amin membesarkan Ponpes Darunnajah yang beliau rintis dan dirikan pada 1974. Pesantren itu dimulai dari Petukangan hingga Ulujami dengan manajemen pesantren modern. Konsep pesantren modern itu membawa beliau mendapat julukan Kiai Entrepreneur.
Pesantren Darunnajah memiliki atmosfer yang sejuk dengan pemandangan hijau. Menurutnya, alasan menjadikan pesantren modern dan hijau agar para santri bisa mandiri dan betah belajar agama. Demikian pula dengan unit usaha yang ada di dalam pesantren.
Pesantren Darunnajah memiliki beberapa unit usaha sebagai penggerak ekonomi pesantren seperti unit produksi Peci, Pembibitan tanaman hias, ticketing, perkebunan, koperasi simpan pinjam, Bank Syariah, serta toko serba ada. Semua hasil dari unit usaha itu diperuntukkan untuk biaya kehidupan santri.
Darunnajah di bawah bimbingan KH Mahrus Amin tak mendapat bantuan dana dari pemerintah. Namun itu bukan masalah. Ia mendidik santri untuk berwirausaha. Ia ingin menjadikan pesantren hanya berpusat ke masjid sebagai peningkatan mutu pendidikan. Pesantren harus menjadi pusat usaha ekonomi berciri khas Islam seperti konsep syariah.
Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah itu lahir di Cirebon, Jawa Barat pada 14 Februari 1940. Ia putra dari pasangan Casim Jasim Ahmad Amin dan Hj. Jamilah binti H. Muharom. Beliau menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Islam Losari Brebes (6 tahun) pada 1954, lalu melanjutkan pendidikan di Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor selama 6 tahun pada 1954-1961, dan menempuh pendidikan tinggi di IAIN Jakarta Fak. Ushuluddin Jurusan Ilmu Dakwah pada 1962 – 1972.
Kiai Entrepreneur
KH Mahrus Amin membesarkan Ponpes Darunnajah yang beliau rintis dan dirikan pada 1974. Pesantren itu dimulai dari Petukangan hingga Ulujami dengan manajemen pesantren modern. Konsep pesantren modern itu membawa beliau mendapat julukan Kiai Entrepreneur.
Pesantren Darunnajah memiliki atmosfer yang sejuk dengan pemandangan hijau. Menurutnya, alasan menjadikan pesantren modern dan hijau agar para santri bisa mandiri dan betah belajar agama. Demikian pula dengan unit usaha yang ada di dalam pesantren.
Pesantren Darunnajah memiliki beberapa unit usaha sebagai penggerak ekonomi pesantren seperti unit produksi Peci, Pembibitan tanaman hias, ticketing, perkebunan, koperasi simpan pinjam, Bank Syariah, serta toko serba ada. Semua hasil dari unit usaha itu diperuntukkan untuk biaya kehidupan santri.
Darunnajah di bawah bimbingan KH Mahrus Amin tak mendapat bantuan dana dari pemerintah. Namun itu bukan masalah. Ia mendidik santri untuk berwirausaha. Ia ingin menjadikan pesantren hanya berpusat ke masjid sebagai peningkatan mutu pendidikan. Pesantren harus menjadi pusat usaha ekonomi berciri khas Islam seperti konsep syariah.