Kementan Siapkan Vaksin PMK Produksi Dalam Negeri Agustus Mendatang
Hasanah syakim
Rabu, 27 Juli 2022 - 20:06 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Kementerian Pertanian menyiapkan vaksin untuk menangani penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diproduksi di dalam negeri.
Vaksin ini diproduksi Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan dan diperkirakan tersedia pada akhir Agustus 2022.
"Vaksin produksi dalam negeri diperkirakan siap minggu keempat Agustus, karena harus melewati suatu prosesi. Tentu yang namanya siap itu sudah bisa langsung diimplementasikan," kata Koordinator Substansi Zoonosis Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Tjahjani Widiastuti, Rabu (27/7/2022).
Tjahjani menyebutkan pemberian vaksin tersebut diprioritaskan untuk hewan ternak ruminansia yang memiliki masa hidup lebih lama seperti sapi perah.
Baca juga:1.398 Ternak Terinfeksi, Jepara Tetapkan Status Tanggap Darurat PMK
Selain itu, prioritas vaksin PMK juga diberikan pada pusat pembibitan sapi unggul yang bertujuan untuk produksi sapi potong dan sapi perah.
"Kami prioritaskan pada ternak yang punya masa hidup lebih lama, jadi untuk kambing tidak," kata Tjahjani.
Vaksin ini diproduksi Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan dan diperkirakan tersedia pada akhir Agustus 2022.
"Vaksin produksi dalam negeri diperkirakan siap minggu keempat Agustus, karena harus melewati suatu prosesi. Tentu yang namanya siap itu sudah bisa langsung diimplementasikan," kata Koordinator Substansi Zoonosis Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Tjahjani Widiastuti, Rabu (27/7/2022).
Tjahjani menyebutkan pemberian vaksin tersebut diprioritaskan untuk hewan ternak ruminansia yang memiliki masa hidup lebih lama seperti sapi perah.
Baca juga:1.398 Ternak Terinfeksi, Jepara Tetapkan Status Tanggap Darurat PMK
Selain itu, prioritas vaksin PMK juga diberikan pada pusat pembibitan sapi unggul yang bertujuan untuk produksi sapi potong dan sapi perah.
"Kami prioritaskan pada ternak yang punya masa hidup lebih lama, jadi untuk kambing tidak," kata Tjahjani.