Kasus Covid-19 Meningkat, Wuhan Tutup Perkantoran dan Transportasi Umum
Ummu hani
Rabu, 27 Juli 2022 - 20:47 WIB
Ilustrasi kerumunan masyarakat saat pandemi Covid-19 di Wuhan, China. (Foto: Langit7.id/iStock)
Otoritas metropolitan China menutup sementara beberapa kegiatan bisnis dan transportasi umum di distrik Jiangxia, Wuhan, yang berpenduduk hampir satu juta orang, Rabu, (27/7/2022). Hal ini dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan setelah beberapa kasus infeksi Covid-19 baru muncul di Wuhan.
Adanya pembatasan itu, warga dilarang membuat acara besar dan makan di restoran. Tempat hiburan, pasar produk pertanian, dan klinik-klinik kecil juga tidak boleh buka.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Australia Melonjak, 5.450 Pasien Dirawat di Rumah Sakit
Pemerintah kota (Pemkot) setempat turut menghentikan sementara layanan bus dan kereta bawah tanah. Strategi tersebut diklaim membantu Wuhan dan daerah lain di China untuk menjaga jumlah kasus tetap terkendali dengan penguncian yang keras selama wabah besar sedang menyebar.
Selain itu, pemerintah setempat juga mendesak warga untuk tidak meninggalkan daerahnya selama tiga hari. Kebijakan lainnya ialah melarang setiap pelancong untuk masuk ke wilayah tersebut.
Dinamika pembatasan sosial di Wuhan bergantung pada pengujian massal, terhadap aktivitas bisnis dan pergerakan masyarakat, serta karantina ketat untuk memutus rantai penyebaran mutasi baru Covid-19.
Baca Juga:
Adanya pembatasan itu, warga dilarang membuat acara besar dan makan di restoran. Tempat hiburan, pasar produk pertanian, dan klinik-klinik kecil juga tidak boleh buka.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Australia Melonjak, 5.450 Pasien Dirawat di Rumah Sakit
Pemerintah kota (Pemkot) setempat turut menghentikan sementara layanan bus dan kereta bawah tanah. Strategi tersebut diklaim membantu Wuhan dan daerah lain di China untuk menjaga jumlah kasus tetap terkendali dengan penguncian yang keras selama wabah besar sedang menyebar.
Selain itu, pemerintah setempat juga mendesak warga untuk tidak meninggalkan daerahnya selama tiga hari. Kebijakan lainnya ialah melarang setiap pelancong untuk masuk ke wilayah tersebut.
Dinamika pembatasan sosial di Wuhan bergantung pada pengujian massal, terhadap aktivitas bisnis dan pergerakan masyarakat, serta karantina ketat untuk memutus rantai penyebaran mutasi baru Covid-19.
Baca Juga: