Struktur MUI Dinilai Terlalu Gemuk, Perlu Efisiensi Agar Akseleratif
Muhajirin
Rabu, 27 Juli 2022 - 21:35 WIB
Agenda Milad ke 47 MUI di Hotel Sultan, Jakarta (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Sekretaris Lembaga Seni Budaya Dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) , Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengusulkan agar struktur pengurus MUI lebih dirampingkan lagi. Hal tersebut perlu dilakukan agar MUI bisa melakukan akselerasi lebih cepat.
“Saya kira sekarang ini apa yang dilakukanMUI adalah efisiensi dari segi organisasi, karena dilihat sekarang organisasi MUI itu terlalu gemuk, banyak pengurus, lebih dari 1.400. Ini untuk satu organisasi semacam MUI itu saya kurang sehat, ini perlu dipikirkan,” kata Tiar kepada LANGIT7.ID, Selasa malam (26/7/2022).
Baca Juga: KH Cholil Nafis: MUI Harus Jadi Tenda Besar Umat Islam
Tiar mengatakan, kemungkinan niat MUI membuat struktur gemuk karena ingin mengakomodir semua kader-kader ormas Islam di Tanah Air. Hanya saja, dia menilai MUI tidak bisa berakselerasi lebih cepat jika terlalu gemuk.
“Walaupun niatnya mungkin ingin mengakomodir sebanyak-banyaknya, kader-kader dari ormas-ormas. Tapi, saya kira, kalau model pola organisasi seperti ini, ini tidak akan membuatMUI jadi lebih akseleratif,” ucap Tiar.
Atas dasar itu, Tiar menyarankan agar petinggi MUI merampingkan struktur organisasi. MUI seharusnya hanya diisi oleh orang-orang pilihan dan betul-betul ingin berkhidmat kepada lembaga pemersatu umat Islam tersebut.
“Saya kira sekarang ini apa yang dilakukanMUI adalah efisiensi dari segi organisasi, karena dilihat sekarang organisasi MUI itu terlalu gemuk, banyak pengurus, lebih dari 1.400. Ini untuk satu organisasi semacam MUI itu saya kurang sehat, ini perlu dipikirkan,” kata Tiar kepada LANGIT7.ID, Selasa malam (26/7/2022).
Baca Juga: KH Cholil Nafis: MUI Harus Jadi Tenda Besar Umat Islam
Tiar mengatakan, kemungkinan niat MUI membuat struktur gemuk karena ingin mengakomodir semua kader-kader ormas Islam di Tanah Air. Hanya saja, dia menilai MUI tidak bisa berakselerasi lebih cepat jika terlalu gemuk.
“Walaupun niatnya mungkin ingin mengakomodir sebanyak-banyaknya, kader-kader dari ormas-ormas. Tapi, saya kira, kalau model pola organisasi seperti ini, ini tidak akan membuatMUI jadi lebih akseleratif,” ucap Tiar.
Atas dasar itu, Tiar menyarankan agar petinggi MUI merampingkan struktur organisasi. MUI seharusnya hanya diisi oleh orang-orang pilihan dan betul-betul ingin berkhidmat kepada lembaga pemersatu umat Islam tersebut.