LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Lembaga Seni Budaya Dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (
MUI) , Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengusulkan agar struktur pengurus MUI lebih dirampingkan lagi. Hal tersebut perlu dilakukan agar MUI bisa melakukan akselerasi lebih cepat.
“Saya kira sekarang ini apa yang dilakukan
MUI adalah efisiensi dari segi organisasi, karena dilihat sekarang organisasi
MUI itu terlalu gemuk, banyak pengurus, lebih dari 1.400. Ini untuk satu organisasi semacam MUI itu saya kurang sehat, ini perlu dipikirkan,” kata Tiar kepada LANGIT7.ID, Selasa malam (26/7/2022).
Baca Juga: KH Cholil Nafis: MUI Harus Jadi Tenda Besar Umat Islam
Tiar mengatakan, kemungkinan niat
MUI membuat struktur gemuk karena ingin mengakomodir semua kader-kader ormas Islam di Tanah Air. Hanya saja, dia menilai MUI tidak bisa berakselerasi lebih cepat jika terlalu gemuk.
“Walaupun niatnya mungkin ingin mengakomodir sebanyak-banyaknya, kader-kader dari ormas-ormas. Tapi, saya kira, kalau model pola organisasi seperti ini, ini tidak akan membuat
MUI jadi lebih akseleratif,” ucap Tiar.
Atas dasar itu, Tiar menyarankan agar petinggi MUI merampingkan struktur organisasi. MUI seharusnya hanya diisi oleh orang-orang pilihan dan betul-betul ingin berkhidmat kepada lembaga pemersatu umat Islam tersebut.
“Ini mesti diefisienkan, yang masuk MUI itu adalah orang-orang yang betul-betul pilihan. Yang memang mau berkhidmat untuk MUI, jadi bukan hanya sekadar numpang lewat saja di MUI, sehingga nanti kegiatan-kegiatan MUI dapat terarah, fokus pada apa gitu,” tegas Tiar.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Dorong MUI Tingkatkan Kinerja Sesuai Visi-MisiDia menilai, MUI saat ini belum terlalu fokus dan kegiatan-kegiatannya pun belum terlalu terarah. Itu perlu dibenahi dalam menyambut Milad ke-47 MUI pada tahun ini.
“Sekarang ini belum kelihatan bisa melakukan itu (fokus dan terarah), karena struktur yang terlampau gemuk itu,” pungkasnya.
(jqf)