Selain Terlihat Maco, Panjangkan Janggut Bagian dari Sunnah
Andi Muhammad
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:12 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Pandangan masyarakat terhadap pria berjanggut kerap kali menjadi bahan guyonan sebagai identitas dari seorang teroris. Namun seiring berjalannya waktu, menumbuhkan janggut atau brewok kini menjadi tren agar pria terlihat lebih maco.
Selain itu, memanjangkan janggut ternyata merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dari Ibnu Umar radiallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
Artinya: Potonglah kumismu dan biarkan jenggotmu panjang (HR Muslim).
Di hadis lain menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki janggut, memelihara dan membiarkannya panjang yang merupakan syariat Islam. Dari Anas bin Malik, pembantu Rasulullah SAW mengatakan:
Baca Juga:Bersihkan Diri dari Atribut Duniawi, Ini Tata Cara Pakai Ihram
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Mukhtashar Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, halaman 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Ia katakan hadis ini sahih).
Selain itu, memanjangkan janggut ternyata merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dari Ibnu Umar radiallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
Artinya: Potonglah kumismu dan biarkan jenggotmu panjang (HR Muslim).
Di hadis lain menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki janggut, memelihara dan membiarkannya panjang yang merupakan syariat Islam. Dari Anas bin Malik, pembantu Rasulullah SAW mengatakan:
Baca Juga:Bersihkan Diri dari Atribut Duniawi, Ini Tata Cara Pakai Ihram
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Mukhtashar Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, halaman 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Ia katakan hadis ini sahih).