Pemerintah Diminta Evaluasi Penjualan Alat Kontrasepsi di Minimarket
Fajar adhitya
Senin, 01 Agustus 2022 - 18:46 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7/iStock)
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Dewi Inong Irana meminta pemerintah Provinsi Banten mengevaluasi penjualan alat kontrasepsi di minimarket.
Kondom yang dijual bebas di minimarket dan supermarket disinyalir menjadi penyebab tingginya angka seks bebas di masyarakat.
Baca juga:Ingin Terlihat Awet Muda, Lakukan Tips Alami Ini Secara Rutin
"Kondom tidak bisa mencegah penularan HIV-AIDS tapi justru menjadi sarana untuk melegalkan seks bebas di kalangan masyarakat," kata Inong dalam FGD bertajuk "Masalah Pada Remaja dan Bagaimana Solusi yang Efektif?’ di Banten, Senin (1/8/2022).
Dewi berharap pemerintah Pemerintah Provinsi Banten memperketat penjualan dan mencabut izin penjualan kondom yang dijual bebas di Minimarket dan Supermarket. Alternatifnya, alat kontrasepsi hanya dijual di apotek.
Baca juga:Kemenkes Gencarkan Vaksin Dosis ke-4, Diklaim 73 Persen Efektif Cegah Covid-19
“Yang membeli sudah ber-KTP dan menikah," sarannya.
Kondom yang dijual bebas di minimarket dan supermarket disinyalir menjadi penyebab tingginya angka seks bebas di masyarakat.
Baca juga:Ingin Terlihat Awet Muda, Lakukan Tips Alami Ini Secara Rutin
"Kondom tidak bisa mencegah penularan HIV-AIDS tapi justru menjadi sarana untuk melegalkan seks bebas di kalangan masyarakat," kata Inong dalam FGD bertajuk "Masalah Pada Remaja dan Bagaimana Solusi yang Efektif?’ di Banten, Senin (1/8/2022).
Dewi berharap pemerintah Pemerintah Provinsi Banten memperketat penjualan dan mencabut izin penjualan kondom yang dijual bebas di Minimarket dan Supermarket. Alternatifnya, alat kontrasepsi hanya dijual di apotek.
Baca juga:Kemenkes Gencarkan Vaksin Dosis ke-4, Diklaim 73 Persen Efektif Cegah Covid-19
“Yang membeli sudah ber-KTP dan menikah," sarannya.