Pemerintah Diminta Evaluasi Penjualan Alat Kontrasepsi di Minimarket
fajar adhityaSenin, 01 Agustus 2022 - 18:46 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7/iStock)
LANGIT7, Banten - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Dewi Inong Irana meminta pemerintah Provinsi Banten mengevaluasi penjualan alat kontrasepsi di minimarket.
Kondom yang dijual bebas di minimarket dan supermarket disinyalir menjadi penyebab tingginya angka seks bebas di masyarakat.
"Kondom tidak bisa mencegah penularan HIV-AIDS tapi justru menjadi sarana untuk melegalkan seks bebas di kalangan masyarakat," kata Inong dalam FGD bertajuk "Masalah Pada Remaja dan Bagaimana Solusi yang Efektif?’ di Banten, Senin (1/8/2022).
Dewi berharap pemerintah Pemerintah Provinsi Banten memperketat penjualan dan mencabut izin penjualan kondom yang dijual bebas di Minimarket dan Supermarket. Alternatifnya, alat kontrasepsi hanya dijual di apotek.
“Yang membeli sudah ber-KTP dan menikah," sarannya.
Dokter Inong menjelaskan, menurut data, saat ini angka pengidap penyakit kelamin akibat seks bebas lebih tinggi dari pengguna narkoba. Kondom dianggap menjadi salah satu pemicu perilaku seks bebas.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”