Jangan Biarkan Berlarut, Begini Cara Hilangkan Stres
Ummu hani
Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:17 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) mengatakan, 87 persen orang dewasa stres diakibatkan oleh tingginya harga kebutuhan dan pandemi tak kunjung usai.
Sekitar tiga perempat orang yang disurvei oleh APA mengatakan mereka kewalahan dengan banyaknya krisis yang dihadapi dunia. Setengahnya mengatakan biaya hidup yang tinggi juga jadi penyebab stres yang signifikan.
Melansir dari Wall Street Journal, Rabu (3/8/2022) stres yang dibiarkan berlarut dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk depresi, penyakit jantung, sistem kekebalan tubuh menurun, dan obesitas.
Baca juga:Bestie, Ini Sederet Manfaat Istirahat Cukup Bagi Kesehatan
"Saat stres seseorang cenderung tak dapat berpikir dengan baik. Sama halnya saat merasa terancam, otak mendorong kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin," tulis artikel tersebut dilansir Rabu (3/8/2022)
Hal tersebut membuat jantung bekerja lebih cepat, memindahkan darah ke otot, pernapasan tak terkendali, hingga lonjakan glukosa memberi tubuh ledakan energi.
Kelenjar adrenal juga melepaskan hormon kortisol. Ketika otak tidak lagi mendeteksi ancaman, kadar kortisol turun. Ini berpotensi membuat stres menjadi kronis dan menurunkan kondisi kesehatan seseorang.
Sekitar tiga perempat orang yang disurvei oleh APA mengatakan mereka kewalahan dengan banyaknya krisis yang dihadapi dunia. Setengahnya mengatakan biaya hidup yang tinggi juga jadi penyebab stres yang signifikan.
Melansir dari Wall Street Journal, Rabu (3/8/2022) stres yang dibiarkan berlarut dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk depresi, penyakit jantung, sistem kekebalan tubuh menurun, dan obesitas.
Baca juga:Bestie, Ini Sederet Manfaat Istirahat Cukup Bagi Kesehatan
"Saat stres seseorang cenderung tak dapat berpikir dengan baik. Sama halnya saat merasa terancam, otak mendorong kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin," tulis artikel tersebut dilansir Rabu (3/8/2022)
Hal tersebut membuat jantung bekerja lebih cepat, memindahkan darah ke otot, pernapasan tak terkendali, hingga lonjakan glukosa memberi tubuh ledakan energi.
Kelenjar adrenal juga melepaskan hormon kortisol. Ketika otak tidak lagi mendeteksi ancaman, kadar kortisol turun. Ini berpotensi membuat stres menjadi kronis dan menurunkan kondisi kesehatan seseorang.