Situs Tempo Di-Hack, Komnas HAM: Tidak Demokratis dan Merugikan
Mahmuda attar hussein
Ahad, 07 Agustus 2022 - 12:30 WIB
Ilustrasi situs Tempo di-hack. (Foto: Pixabay).
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyayangkan peretasan portal Tempo diduga karena memberitakan penangkapan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Hal tersebut dibenarkan oleh Pemimpin Redaksi Tempo Anton Aprianto. Berita yang disinyalir memicu pembajakan situs Tempo tersebut diunggah sekitar pukul 21.00 WIB, dan tak lama berselang Tempo.co diserang hacker.
"Kami mendengar bahwa ada peretasan yang dialami oleh Tempo atas berita terkait Irjen Ferdy Sambo. Ini sebenarnya langkah-langkah yang sangat tidak demokratis dan merugikan kita semua, khususnya penegakan hukum di Indonesia," kata Anam dalam keterangan yang diterima Langit7, Ahad (7/8/2022).
Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Dikabarkan Ditahan di Mako Brimob
Anam mengaku, pihaknya mengecam tindakan peretasan yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab. Dia meminta peristiwa mendapat perhatian khusus dari Kepolisian.
"Kami minta supaya ini memang menjadi atensi khusus dari kepolisian untuk memproses siapa yang melakukan peretasan terhadap Tempo," ujarnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran Malang ini juga berharap peristiwa serupa tidak lagi dialami oleh siapa pun. Dia mengimbau, bagi siapa pun yang tidak sepakat dengan pemberitaan media bisa menggunakan hak jawab dan bukan hack.
Hal tersebut dibenarkan oleh Pemimpin Redaksi Tempo Anton Aprianto. Berita yang disinyalir memicu pembajakan situs Tempo tersebut diunggah sekitar pukul 21.00 WIB, dan tak lama berselang Tempo.co diserang hacker.
"Kami mendengar bahwa ada peretasan yang dialami oleh Tempo atas berita terkait Irjen Ferdy Sambo. Ini sebenarnya langkah-langkah yang sangat tidak demokratis dan merugikan kita semua, khususnya penegakan hukum di Indonesia," kata Anam dalam keterangan yang diterima Langit7, Ahad (7/8/2022).
Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Dikabarkan Ditahan di Mako Brimob
Anam mengaku, pihaknya mengecam tindakan peretasan yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab. Dia meminta peristiwa mendapat perhatian khusus dari Kepolisian.
"Kami minta supaya ini memang menjadi atensi khusus dari kepolisian untuk memproses siapa yang melakukan peretasan terhadap Tempo," ujarnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran Malang ini juga berharap peristiwa serupa tidak lagi dialami oleh siapa pun. Dia mengimbau, bagi siapa pun yang tidak sepakat dengan pemberitaan media bisa menggunakan hak jawab dan bukan hack.