Sekolah Lapang, Upaya BMKG Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Mahmuda attar hussein
Senin, 08 Agustus 2022 - 13:50 WIB
Rakornas BMKG 2022. (Foto: Istimewa).
Program sekolah lapang menjadi upaya BMKG menjaga ketahanan pangan nasional. Program ini menyasar petani dan nelayan bertujuan meningkatkan literasi mereka.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, sekolah lapang merupakan upaya untuk mendukung para petani dan nelayan dalam hal antisipasi cuaca. Mekanisme pogram ini diselenggarakan bersama dengan mitra terkait.
"Sekolah lapang adalah platform yang didesain dan dilaksanakan untuk memfasilitasi literasi petani dan nelayan," jelasnya dalam Rakornas Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8/2022).
Melalui sekolah lapang, lanjut dia, pemanfaatan info BMKG diperkuat dan disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan petani dan nelayan. Serta berbagai pihak terkait dalam mendukung kegiatan pertanian dan perikanan supaya lebih adaptif dan tangguh.
Baca Juga: Inflasi Jadi Bukti Ketahanan Pangan Indonesia Rapuh
Pengenalan cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam menyiasati waktu tanam agar tidak gagal panen. Diharapkan pula nelayan dapat menyiasati waktu dan target zona tangkap ikan agar dihasilkan tangkapan yang lebih produktif.
"Upaya ini sebagai langkah mendukung pertanian dan perikanan digital yang modern," katanya.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, sekolah lapang merupakan upaya untuk mendukung para petani dan nelayan dalam hal antisipasi cuaca. Mekanisme pogram ini diselenggarakan bersama dengan mitra terkait.
"Sekolah lapang adalah platform yang didesain dan dilaksanakan untuk memfasilitasi literasi petani dan nelayan," jelasnya dalam Rakornas Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8/2022).
Melalui sekolah lapang, lanjut dia, pemanfaatan info BMKG diperkuat dan disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan petani dan nelayan. Serta berbagai pihak terkait dalam mendukung kegiatan pertanian dan perikanan supaya lebih adaptif dan tangguh.
Baca Juga: Inflasi Jadi Bukti Ketahanan Pangan Indonesia Rapuh
Pengenalan cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam menyiasati waktu tanam agar tidak gagal panen. Diharapkan pula nelayan dapat menyiasati waktu dan target zona tangkap ikan agar dihasilkan tangkapan yang lebih produktif.
"Upaya ini sebagai langkah mendukung pertanian dan perikanan digital yang modern," katanya.