LANGIT7.ID, Jakarta - Program sekolah lapang menjadi upaya
BMKG menjaga ketahanan pangan nasional. Program ini menyasar petani dan nelayan bertujuan meningkatkan literasi mereka.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, sekolah lapang merupakan upaya untuk mendukung para
petani dan nelayan dalam hal antisipasi cuaca. Mekanisme pogram ini diselenggarakan bersama dengan mitra terkait.
"Sekolah lapang adalah platform yang didesain dan dilaksanakan untuk memfasilitasi literasi petani dan nelayan," jelasnya dalam Rakornas Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan
Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8/2022).
Melalui sekolah lapang, lanjut dia, pemanfaatan info BMKG diperkuat dan disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan petani dan nelayan. Serta berbagai pihak terkait dalam mendukung kegiatan pertanian dan perikanan supaya lebih adaptif dan tangguh.
Baca Juga: Inflasi Jadi Bukti Ketahanan Pangan Indonesia RapuhPengenalan cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam menyiasati waktu tanam agar tidak gagal panen. Diharapkan pula nelayan dapat menyiasati waktu dan target zona tangkap ikan agar dihasilkan tangkapan yang lebih produktif.
"Upaya ini sebagai langkah mendukung pertanian dan perikanan digital yang modern," katanya.
Dalam 10 tahun terakhir pelaksanaan sekolah lapang iklim telah menjangkau 451 lokasi di tingkat kabupaten di 33 provinsi, serta telah melatih 16 ribu peserta.
Di mana sekolah lapang iklim yang dioperasionalkan, secara rata-rata berhasil meningkatkan sekitar 30 persen untuk komoditas pangan seperti padi, jagung, dan hortikultura.
"Sekolah lapang cuaca nelayan yang diselenggarakan sejak 2016 hingga saat ini sudah memfasilitasi 10.118 peserta yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia," ujarnya.
Dia meyakini, pemahaman yang lebih baik terhadap informasi cuaca yang diintegrasikan dengan fishing ground akan membawa perubahan paradigma. Dari yang tadinya mencari ikan menjadi menangkap ikan.
"Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko di laut akibat cuaca. Kegiatan ini dapat meningkatkan secara rata-rata hasil tangkapan ikan sekitar 20-30 persen," tuturnya.
(bal)