Pengembangan Lumbung Pangan, Indonesia Gandeng China hingga Belanda
Mahmuda attar hussein
Senin, 08 Agustus 2022 - 15:01 WIB
Ketahanan pangan Indonesia mengalami penurunan di tahun 2021. Foto: Langit7/iStock.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi,Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkanketahanan pangan Indonesia pada 2021 menurun. Dia menyebut, pemerintah tengah mengembangkan food estate (lumbung pangan) untuk menjaga pangan berkelanjutan.
Food estateadalah rencana pengembangan terintegrasi antara sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.
"Pemerintah juga tengah mengembangkan food estate di dua wilayah.Kalimantan Tengah seluas 29 ribu hektare dan Sumatera Utara 20 ribu hektare," kata dia dalam Rakornas Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8/2022).
Baca juga: Sekolah Lapang, Upaya BMKG Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Selain itu, masih ada potensi lain di Papua dengan lahan seluas 210 ribu hektare, NTT 10 ribu hektare, dan Sulawesi Tengah 15 ribu hektare.
Kolaborasi dengan mitra luar negeri juga dilakukan sebagai upaya pengembangan program food estate. Beberapa penjajakan yang telah dilakukan adalah denganChina, Belanda, danTaiwan.
"Dengan prioritas meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan," ujarnya.
Food estateadalah rencana pengembangan terintegrasi antara sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.
"Pemerintah juga tengah mengembangkan food estate di dua wilayah.Kalimantan Tengah seluas 29 ribu hektare dan Sumatera Utara 20 ribu hektare," kata dia dalam Rakornas Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8/2022).
Baca juga: Sekolah Lapang, Upaya BMKG Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Selain itu, masih ada potensi lain di Papua dengan lahan seluas 210 ribu hektare, NTT 10 ribu hektare, dan Sulawesi Tengah 15 ribu hektare.
Kolaborasi dengan mitra luar negeri juga dilakukan sebagai upaya pengembangan program food estate. Beberapa penjajakan yang telah dilakukan adalah denganChina, Belanda, danTaiwan.
"Dengan prioritas meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan," ujarnya.