Gandum Mahal, Harga Mi Instan Berpotensi Naik Tiga Kali Lipat
Ummu hani
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan di Indonesia bakal naik. Hal itu dikarenakan sebanyak 180 juta lebih ton gandum di Ukraina tidak bisa di ekspor.
"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, harganya bisa naik 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, dikutip, Rabu (10/8/2022).
Baca Juga:Imbas Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi Instan Bakal Naik
Faktor utama melonjaknya harga gandum disebabkan konflik Rusia-Ukraina yang belum usai hingga saat ini. Akibatnya, sektor pangan turut terganggu dan menyebabkan harga gandum kian melonjak.
Berdasarkan data Trading Economics, rata-rata harga gandum dunia mencapai 780,4 dollar Amerika Serikat per gantang. Harga ini naik 9,74 persen dari 2021.
Geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan distribusi gandum kian sulit dan membuat harga menjadi mahal. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu negara yang bergantung pada impor gandum dari Ukraina dan Rusia.
Mentan menyebut ketersediaan gandum di dunia sebenarnya ada. Namun karena konflik global, timbul masalah pada rantai pasok sehingga berimplikasi pada harga gandum.
"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, harganya bisa naik 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, dikutip, Rabu (10/8/2022).
Baca Juga:Imbas Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi Instan Bakal Naik
Faktor utama melonjaknya harga gandum disebabkan konflik Rusia-Ukraina yang belum usai hingga saat ini. Akibatnya, sektor pangan turut terganggu dan menyebabkan harga gandum kian melonjak.
Berdasarkan data Trading Economics, rata-rata harga gandum dunia mencapai 780,4 dollar Amerika Serikat per gantang. Harga ini naik 9,74 persen dari 2021.
Geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan distribusi gandum kian sulit dan membuat harga menjadi mahal. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu negara yang bergantung pada impor gandum dari Ukraina dan Rusia.
Mentan menyebut ketersediaan gandum di dunia sebenarnya ada. Namun karena konflik global, timbul masalah pada rantai pasok sehingga berimplikasi pada harga gandum.