Apa Makna 'Khusus Dewasa' Kasus Ferdy Sambo? Begini Penjelasan Psikolog
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 11 Agustus 2022 - 13:30 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mahfud MD menyebut motif eks IrjenFerdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J belum bisa diungkapkan ke publik karena sangat sensitif.
"Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif. Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan publik, informasi seperti apa yang hanya diperbolehkan bagi orang dewasa.
Baca juga: Daftar Kasus Besar Ditangani Ferdy Sambo, Kopi Sianida hingga Pembunuhan KM50
Psikolog dan CEO Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan persoalan sensitif yang hanya bisa didengar oleh orang dewasa terkait dengan masalah percintaan danseksualitas.
"Pasti masalah hubungan dalam percintaan kalau orang dewasa. Artinya sesuatu yang tidak bisa didengar sama anak kecil berarti berhubungan dengan masalah seksual," ujar Iqbal kepada Langit7, Kamis (11/8/2022).
Dia pun membagikan beberapa kemungkinannya terkait pernyataan Menko Polhukam dalam kasus Ferdy Sambo.
"Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif. Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan publik, informasi seperti apa yang hanya diperbolehkan bagi orang dewasa.
Baca juga: Daftar Kasus Besar Ditangani Ferdy Sambo, Kopi Sianida hingga Pembunuhan KM50
Psikolog dan CEO Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan persoalan sensitif yang hanya bisa didengar oleh orang dewasa terkait dengan masalah percintaan danseksualitas.
"Pasti masalah hubungan dalam percintaan kalau orang dewasa. Artinya sesuatu yang tidak bisa didengar sama anak kecil berarti berhubungan dengan masalah seksual," ujar Iqbal kepada Langit7, Kamis (11/8/2022).
Dia pun membagikan beberapa kemungkinannya terkait pernyataan Menko Polhukam dalam kasus Ferdy Sambo.