LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI)
Mahfud MD menyebut motif eks Irjen
Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau
Brigadir J belum bisa diungkapkan ke publik karena sangat sensitif.
"Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif. Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan publik, informasi seperti apa yang hanya diperbolehkan bagi orang dewasa.
Baca juga: Daftar Kasus Besar Ditangani Ferdy Sambo, Kopi Sianida hingga Pembunuhan KM50Psikolog dan CEO Rumah Konseling,
Muhammad Iqbal mengatakan persoalan sensitif yang hanya bisa didengar oleh orang dewasa terkait dengan masalah percintaan dan
seksualitas.
"Pasti masalah hubungan dalam percintaan kalau orang dewasa. Artinya sesuatu yang tidak bisa didengar sama anak kecil berarti berhubungan dengan masalah seksual," ujar Iqbal kepada Langit7, Kamis (11/8/2022).
Dia pun membagikan beberapa kemungkinannya terkait pernyataan Menko Polhukam dalam kasus Ferdy Sambo.
"Bisa jadi beberapa kemungkinannya, masalah perselingkuhan dan percintaan dengan
korban," katanya.
Penggunaan kata "orang dewasa" yang disematkan dalam motif tersebut menimbulkan rasa penasaran bagi semua orang termasuk anak-anak yang mengikuti kasus tersebut.
Dosen Universitas Paramadina ini mengatakan dari kepingan-kepingan kasus yang beredar sejak awal semua orang sudah menduga ke arah demikian, jadi tidak ada lagi rasa penasaran.
Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Netizen Salfok dengan Putri Candrawathi"Sejak awal orang-orang sudah menduga bahwa ini terkait dengan
perselingkuhan. Walaupun faktanya belum terdapat pengungkapan dari pihak berwenang, tapi saya yakin pihak
kepolisian juga mencari waktu yang tepat untuk mengungkap ini," katanya.
Terkait pembahasan seksualitas pada anak usia di bawah 18 tahun, Iqbal mengatakan akan berdampak positif jika ada orang tua yang menjelaskan. Begitu sebaliknya akan berdampak negatif jika anak mencari tahu sendiri.
"Akan berdampak positif kalau misalnya orang tua menjelaskan langsung daripada anak, daripada mencari sendiri. Jelaskan kepada anak-anak supaya mereka paham jangan sampai mereka mencari tahu sendiri dan itu lebih berbahaya," tuturnya.
Dalam hal ini, tambah Iqbal, edukasi seks sangat penting bagi anak-anak. Sehingga saat anak-anak bertanya, orang tua dapat menjawabnya dengan baik.
"Saya kira orang tua perlu mendampingi untuk menyampaikan pemberitaan ini, bahwa anak-anak harus tahu juga. Artinya
edukasi penting bagi orang tua untuk memberikan kepada anak, jadi ketika menonton TV orang tua harus memastikan bahwa ketika mereka bertanya, bis dijawab dengan baik," lanjut dia.
Baca juga: Motif Penembakan Brigadir J, Mahfud: Hanya Boleh Didengar Orang DewasaLebih lanjut, dia berkata untuk dampak negatif mencari tahu sendiri yakni akan mengarah kepada perzinahan dan lainnya.
"Mereka mencari sendiri dampaknya adalah mereka akan tahu lebih banyak ke arah
zina, hubungan seksual dan lainnya. Dia tinggal ketik saja selingkuh di YouTube akan banyak film-film dewasa yang muncul," imbuhnya.
Maka itu, ia menyarankan untuk orang tua yang memberitahukan, dengan bahasa yang lebih sederhana agar mereka mampu menyerapnya.
"Ada baiknya orang tua menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana atau dengan bahasa yang lebih mudah. Misalnya apa itu selingkuh? Misal Mama dan Papa sudah komitmen
menikah, lalu ternyata papa punya pacar lain, nah itu namanya selingkuh. Jadi harus dijelaskan kepada anak-anak supaya mereka paham," pungkasnya.
Baca juga: Soal Kasus Brigadir J, Mahfud: Firli Bilang Kalau Tidak Ketemu Kebangetan(est)