LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI)
Mahfud MD mulai memahami motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Namun, Mahfud mengatakan alasan penembakan itu belum bisa diungkapkan ke publik lantaran sangat sensitif.
"Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif. Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud dalam konferensi pers di kantornya, dikutip Rabu (10/8/2022).
Baca Juga: Soal Kasus Brigadir J, Mahfud: Firli Bilang Kalau Tidak Ketemu KebangetanMenurut Mahfud, terpenting saat ini adalah pengungkapan aktor utama pembunuhan
Brigadir J. Dalam hal ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen
Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.
"Yang penting sekarang telurnya sudah pecah dulu. Itu kita apresiasi kepada polri," tambah Mahfud.
Sebelumnya, Kapolri Listyo mengatakan tim khusus kepolisian telah melakukan pendalaman di TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Timsus menemukan adanya kejanggalan dalam kasus penembakan Brigadir J.
Baca Juga: Tetapkan Sambo Tersangka, Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Kapolri"Timsus telah melakukan pendalaman dan ditemukan adanya upaya-upaya untuk menghilangkan barang bukti, rekayasa, dan menghalangi proses penyidikan sehingga proses penanganannya menjadi lambat," kata Listyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).
Listyo mengungkapkan kepolisian terus melakukan pendalaman sejauh mana keterlibatan Sambo dalam pembunuhan Brigadir J, termasuk mengungkap motif yang sebenarnya terjadi. "Motif penembakan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman saksi, termasuk terhadap Ibu PC (istri Sambo)," ujar Kapolri.
Baca Juga:
Kasus Ferdy Sambo, Netizen Salfok dengan Putri Candrawathi
Komnas HAM Libatkan Komnas Perempuan dalam Pemeriksaan Putri Candrawathi(asf)