Kilas Balik Masjid Jami' Al-Falah, Dibakar PKI hingga Jadi Maskot Duren Sawit
Andi Muhammad
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 04:00 WIB
Masjid Jami Al Falah. Foto: Andi Muhammad.
Setiap masjid di Indonesia memiliki aneka ragam latar belakang tersendiri. Sama halnya dengan Masjid Jami' Al-Falah yang memiliki sejarah menarik untuk dibahas.
Dahulu, pada zaman Belanda masjid ini merupakan bangunan musala dan Pasar Sawo. Di mana kala itu merupakan persinggahan para pedagang yang menempuh jarak cukup jauh untuk memasarkan dagangan mereka.
"Dulu sebelum ada masjid ini, Pasar Sawo jadi persinggahan dari Jati Bening dan Pondok Kelapa sebelum mereka sampai ke Pasar Klender," kata penasihat Masjid Jami' Al-Falah Ustaz Masykur Hazbun saat ditemui Langit7 di area masjid, Kamis (11/8/2022).
Lanjutnya, ia menuturkan, sekitar tahun 1960-an, musala tersebut sempat menjadi incaran atas tindakan kejam PKI. Tanpa ada rasa peri kemanusiaan, musala pun dibakar pada malam hari di saat beberapa jamaah tengah melaksanakan ibadah salat.
Baca Juga:Dakwah Islam Harus Ikuti Tren, Umat Juga Harus Punya Buzzer
"Musala itu sempat dibakar sama PKI, jadi ada mata-mata dan ada masyarakat yang sedang salat, dan musala dibakar yang mengakibatkan korban jiwa dua orang," jelasnya.
Tahun demi tahun pun terlewati, hingga pada tahun 1973 berdirilah tempat ibadah umat muslim yang kokoh dan menjadi maskot kebanggan masyarakat Duren Sawit. Yakni Masjid Jami' Al-Falah dengan menara sebagai simbol kebanggaan atas berdirinya masjid.
Dahulu, pada zaman Belanda masjid ini merupakan bangunan musala dan Pasar Sawo. Di mana kala itu merupakan persinggahan para pedagang yang menempuh jarak cukup jauh untuk memasarkan dagangan mereka.
"Dulu sebelum ada masjid ini, Pasar Sawo jadi persinggahan dari Jati Bening dan Pondok Kelapa sebelum mereka sampai ke Pasar Klender," kata penasihat Masjid Jami' Al-Falah Ustaz Masykur Hazbun saat ditemui Langit7 di area masjid, Kamis (11/8/2022).
Lanjutnya, ia menuturkan, sekitar tahun 1960-an, musala tersebut sempat menjadi incaran atas tindakan kejam PKI. Tanpa ada rasa peri kemanusiaan, musala pun dibakar pada malam hari di saat beberapa jamaah tengah melaksanakan ibadah salat.
Baca Juga:Dakwah Islam Harus Ikuti Tren, Umat Juga Harus Punya Buzzer
"Musala itu sempat dibakar sama PKI, jadi ada mata-mata dan ada masyarakat yang sedang salat, dan musala dibakar yang mengakibatkan korban jiwa dua orang," jelasnya.
Tahun demi tahun pun terlewati, hingga pada tahun 1973 berdirilah tempat ibadah umat muslim yang kokoh dan menjadi maskot kebanggan masyarakat Duren Sawit. Yakni Masjid Jami' Al-Falah dengan menara sebagai simbol kebanggaan atas berdirinya masjid.