Performing Spiral jadi Pembuka Musim Seni Salihara
Hasanah syakim
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 21:20 WIB
Tari Performing Spiral karya koreografer dan seniman tari Josh Marcy menjadi pembuka musim seni Salihara (foto: Salihara.org)
Musim Seni Salihara berlangsung selama satu bulan yang dibuka dengan penampilan koreografer dan seniman tari Josh Marcy melalui pertunjukan Performing Spiral.
Karya yang berlangsung selama 80 menit itu berbicara mengenai hasil riset yang dilakukan Josh Marcy sejak 2018 silam. Pertunjukan tersebut menjadi titik awal bagi Komunitas Salihara dalam menyuarakan semangat berkesenian luring pasca-pandemi.
Josh Marcy menjelaskan latar belakang akan kekaryaan termutakhirnya berawal dari ketertarikannya terhadap dialog antar tubuh dan ruang.
Baca juga:Musim Seni Salihara 2022, Wujud Komitmen Hidupkan Seni Pascapandemi
"Saya kemudian mencatatkan beberapa material gerak yang signifikan mengenai bagaimana tubuh dan mekanismenya berdialog terhadap ruangnya, baik internal maupun eksternal. Salah satunya adalah gerak spiral," kata Josh dikutip Jum'at (12/8/2022).
Josh mengungkap, dirinya mempelajari dan mengalami bagaimana kemampuan tubuh melakukan gerak rotasi, dan menjadi salah satu hal penting membentuk proses rekognisi.
"Dalam hal ini, gerak spiral membuka akses sirkulasi pada tubuh terhadap ruang di sekelilingnya, serta kemungkinannya untuk berinteraksi dengan tubuh dan subjek lain”, lanjut Josh.
Karya yang berlangsung selama 80 menit itu berbicara mengenai hasil riset yang dilakukan Josh Marcy sejak 2018 silam. Pertunjukan tersebut menjadi titik awal bagi Komunitas Salihara dalam menyuarakan semangat berkesenian luring pasca-pandemi.
Josh Marcy menjelaskan latar belakang akan kekaryaan termutakhirnya berawal dari ketertarikannya terhadap dialog antar tubuh dan ruang.
Baca juga:Musim Seni Salihara 2022, Wujud Komitmen Hidupkan Seni Pascapandemi
"Saya kemudian mencatatkan beberapa material gerak yang signifikan mengenai bagaimana tubuh dan mekanismenya berdialog terhadap ruangnya, baik internal maupun eksternal. Salah satunya adalah gerak spiral," kata Josh dikutip Jum'at (12/8/2022).
Josh mengungkap, dirinya mempelajari dan mengalami bagaimana kemampuan tubuh melakukan gerak rotasi, dan menjadi salah satu hal penting membentuk proses rekognisi.
"Dalam hal ini, gerak spiral membuka akses sirkulasi pada tubuh terhadap ruang di sekelilingnya, serta kemungkinannya untuk berinteraksi dengan tubuh dan subjek lain”, lanjut Josh.