home global news

Cegah Kelangkaan BBM, Ekonom UGM Usul Naikkan Harga Pertalite

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 12:32 WIB
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar bensin di SPBU Pertamina. Foto: Langit7/iStock
Pasca kenaikan harga BBM Non Subsidi Pertamax 92 menjadi Rp 12.500 per liter membuat produk ini sepi peminat. Hampir semua masyarakat Indonesia beralih ke Pertalite yang dinilai masih murah yakni Rp7.650 perliter.

Menurut laporan Pertamina sampai Juli 2022, konsumsi bahan bakar minyak jenis Pertalite telah menembus angka 16,8 juta kiloliter atau setara dengan 73,04 persen dari total kuota yang ditetapkan tahun ini sebesar 23 juta kiloliter. Angka konsumsi yang tinggi itu membuat kuota Pertalite hanya tersisa 6,2 juta kiloliter.

Baca juga: Subsidi BBM Indonesia Capai Rp520 Triliun, Jokowi: Negara Lain Tak Akan Sanggup

Bila upaya pembatasan konsumsi Pertalite tidak berhasil, maka kuota BBM subsidi diproyeksikan jebol paling lama pada akhir Oktober 2022.

Kondisi itu menimbulkan dilema bagi pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara. Karena jika kuota Pertalite ditambah akan meningkatkan beban APBN untuk subsidi menjadi lebih dari Rp600 triliun.

Namun, jika kuota Pertalite tidak ditambah bisa memicu kelangkaan BBM di berbagai SPBU yang berpotensi menyulut keresahan sosial

Agar hal demikian tidak terjadi, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengusulkan untuk pemerintah menaikkan harga Pertalite dan menurunkan harga Pertamax.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bbm pertalite pertamax kenaikan harga
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya