home global news

Beragama dan Berbangsa Merupakan Satu Kesatuan

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:22 WIB
Pimpinan redaksi Langit7.id, Djaka Susila. Foto: Dok Pribadi.
Pada 2022 ini, bangsa Indonesia memeringati hari kemerdekaan yang ke-77 tahun. Tema yang diusung pemerintah Indonesia adalah Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Tema ini berkaitan dengan kondisi dua tahun terakhir.

Oleh: Djaka Susila

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, membuat hampir semua sendi kehidupan Bangsa Indonesia terdampak. Guncangan kesehatan masyarakat ini berimbas pada sektor ekonomi, sosial dan yang lain. Meski pandemi Covid-19 belum dinyatakan selesai, sektor ekonomi mulai menggeliat. Kehidupan sosial pun kembali berangsur normal. Pada hari kemerdekaan ke-77 ini, pemerintah berharap Indonesia bisa pulih lebih cepat.

Tidak hanya itu, momentum ini juga harus dijadikan kebangkitan yang lebih kuat lagi. Semangat pulih dan bangkit tentu seperti perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Tentu dengan tantangan yang berbeda.

Melihat ke belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dengan perjuangan para tokoh-tokoh muslim. Sultan Agung dari Mataram Islam, Pangeran Diponegoro, Cut Nya Dien, Imam Bonjol, Kapitan Pattimura hingga KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Ashari dan masih banyak lagi. Pancasila dan UUD 1945 pun memiliki nafas Islam yang penuh kasih sayang dan toleransi. Islam mempunyai peran kuat terhadap kemerdekaan Bangsa Indonesia. Islam tidak bisa dilepaskan dari Bangsa Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pengaruh besar di dunia internasional.

Baca Juga:Menyatukan Kenegaraan dan Keagamaan, Kunci Persatuan Indonesia

Namun, ada fenomena berkaitan hubungan antara beragama dan berbangsa atau bernegara. Ini tidak lepas dengan kondisi politik belakangan ini. Perbedaan pandangan politik seolah memecah pandangan bahwa yang beragama tidak berbangsa atau bernegara. Pun yang yang berbangsa atau bernegara dianggap kurang beragama. Dikotomi ini lebih mudah diterjemhakan dengan kelompok Islamis dan Nasionalis. Ada benturan antara keduanya. Meski tidak semua terjadi di kelompok masyarakat. Ini memang lebih pada stigma daripada realitas di kalangan masyarakat. Namun ini cukup meresahkan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
indonesia kebangsaan kemerdekaan hari kemerdekaan indonesia moderasi beragama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya