Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 9: Allah Jamin Kelestarian Al-Qur'an
Hasanah syakim
Rabu, 17 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Alquranul karim. Foto: Langit7.id/iStock.
Al-Qur'an sebagai pedoman bagi umat muslim diketahui telah dijamin oleh Allah Ta'ala dalam penjagaannya dengan berbagai cara. Penjagaan ini menjadi salah satu tanda kekuasaan serta anugerah dari Allah Ta'ala untuk hamba-hambaNya.
Ini sebagaimana ditegaskan Allah Ta'ala dalam surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (9)
Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS Al-Hijr: 9).
Dalam tafsir al-Karim al-Rahman dijelaskan, Allah menjaga Al-Qur'an pada masa penurunannya dan setelah masa penurunannya, Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an dari pencurian setan di masa penurunannya. Sedangkan pada masa setelah penurunannya, Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an dari perubahan, penambahan serta pengurangan lafadz dan makna di dalamnya.
Baca Juga:Tafsir Surat Ibrahim Ayat 7: Wajib Bersyukur agar Hati Tenang
Salah satu cara Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an, yaitu dengan menyimpan di dada Nabi Muhammad Saw sebagai utusanNya kemudian di dalam dada umat Nabi Muhammad sebagai hambaNya.
Ini sebagaimana ditegaskan Allah Ta'ala dalam surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (9)
Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS Al-Hijr: 9).
Dalam tafsir al-Karim al-Rahman dijelaskan, Allah menjaga Al-Qur'an pada masa penurunannya dan setelah masa penurunannya, Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an dari pencurian setan di masa penurunannya. Sedangkan pada masa setelah penurunannya, Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an dari perubahan, penambahan serta pengurangan lafadz dan makna di dalamnya.
Baca Juga:Tafsir Surat Ibrahim Ayat 7: Wajib Bersyukur agar Hati Tenang
Salah satu cara Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an, yaitu dengan menyimpan di dada Nabi Muhammad Saw sebagai utusanNya kemudian di dalam dada umat Nabi Muhammad sebagai hambaNya.