LANGIT7.ID, Jakarta - Bersyukur merupakan suatu bentuk keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Segala nikmat di dalam kehidupan yang Allah berikan wajib kita syukuri. Dengan adanya rasa syukur tentu akan membuat hati lebih tenang.
Terlebih rasa syukur akan membawa kita merasa berkecukupan. Bersyukur tidak harus tentang hal-hal mewah saja, hal kecil pun wajib kita syukuri.
Jika kita merasa serba kesusahan, coba terlebih dahulu instropeksi diri apakah kita sudah cukup bersyukur atas apa yang Allah berikan selama ini. Karena pada dasarnya nikmat Allah sangatlah luas dan tiada duanya.
Allah SWT berfirman terkait rasa syukur yang harus kita amalkan, dalam surat Ibrahim ayat 7:
Baca Juga: Negara Harus Hadir untuk Menjawab Islamofobia di Masyarakatوَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dalam tafsir Al-Mukhtashar dijelaskan, jika seorang hamba bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang telah diberikan, maka Allah menambah nikmat dan karunia-Nya. Namun, jika seorang hamba-Nya mengingkari nikmat-nikmat yang diberikan dan tidak mensyukurinya, maka azab Allah akan datang dan sangatlah berat.
Selaras, Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz mengatakan, jika seorang hamba bersyukur dengan mengesakan dan melakukan ketaatan, pasti Allah akan menambah nikmat kepada hamba-Nya. Sebaliknya, jika seorang hamba mengingkari nikmat-Nya, maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih.
Baca Juga: Komnas HAM Periksa Bharada E dan FS di Mako Brimob Sore IniDari kedua tafsir di atas, sudah semestinya kita wajib bersyukur atas apa yang Allah berikan. Dan apabila kita benar-benar bersyukur meski dengan hal kecil, Allah akan memberikan nikmat-nikmat lainnya. Sebaliknya, jika kita tidak pandai bersyukur, maka Allah akan mendatangkan azab-Nya.
(zhd)