home edukasi & pesantren

Ada Pahlawan Non-Muslim, Bagaimana Cara Mendoakan Mereka?

Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:00 WIB
Pahlawan nasional non-muslim: Slamet Rijadi, Urip Sumoharjo dan WR Supratman (foto: istimewa)
Perjuangan melawan kolonialisme memang didominasi ulama dan umat Islam. Namun, di antara deretan ulama pejuang itu, terdapat nama-nama pejuang yang merupakan non-muslim.

Sejarah mencatat beberapa pahlawan yang turut berjuang seperti Laksamana Madya Yosaphat Sudarso, Jenderal Urip Sumoharjo, Laksamana Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Thomas Matulessy, Wage Rudolf Supratman, Ignatius Slamet Rijadi, dan masih banyak lagi.

Pakar Fikih Kontemporer, Prof. Dr. KH Ahmad Zahro, mengatakan, masyarakat Indonesia selalu mendoakan para pahlawan setiap kali peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Bahkan, setiap upacara pengibaran bendera, mengheningkan cipta menjadi salah satu rangkaian wajib.

Baca Juga:5 Pahlawan Wanita yang Berjasa Bagi Kemerdekaan Indonesia

Dia menjelaskan, Al-Qur’an melarang umat Islam mendoakan ampunan kepada non-muslim yang sudah meninggal dunia. Di antaranya termaktub dalam Surah At-Taubah ayat 113-114. Maka itu, sebisa mungkin menggunakan kata-kata spesifik saat berdoa.

“Kalau bisa sebutkan syuhada, itu sudah pahlawan. Syuhada itu sudah pasti muslim. Tapi, kalau tidak bisa, ya sudah pahlawan. Sebab, kita tidak enak, ‘ya Allah ampuni para Pahlawan yang muslim, kan tidak enak’. Kita berbangsa,” kata Prof Zahro dalam sebuah ceramah yang disiarkan di kanal YouTube-nya, Kamis (18/8/2022).

Hal ini perlu diketahui setiap warga negara yang beragama Islam. Bukan berarti tidak menghormati para pejuang yang non-muslim. Penghormatan tetap diberikan, tapi sesuai dengan kaidah syariat Islam yang telah Allah tetapkan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
doa pejuang kemerdekaan non muslim pahlawan nasional hut 77 ri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya