Khutbah Jumat UAS: Ini Ciri Orang Beruntung Dunia dan Akhirat
Muhajirin
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 15:27 WIB
Ustaz Abdul Somad saat mengisi khutbah salat Jumat di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Langit7/Muhajirin.
Keberuntungan dalampandangan Islam bukan dilihat secara materi. Ada banyak orang bergelimpangan harta, namun disebut rugi lantaran tak memiliki amal kebaikan yang diridhai Allah Ta’ala.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, salah satu ciri orang beruntung sesungguhnya adalah bersegera jika mendengar panggilan Allah dari masjid. Toko yang ramai pun ditutup untuk bersegera memenuhi panggilan adzan.
Baca juga: Khutbah Jumat UAS: Keistimewaan Rasulullah
“Di tengah ramai-ramainya pelanggan toko, dia tutup, karena adzan berkumandang pada hari Jumat. Orang semua akan mengatakan rugi, dia mengatakan untung, karena keuntungan utama yang akan kuterima nanti saat berhadapan dengan Allah,” ucap UAS saat menyampaikan khutbah di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).
UAS menceritakan satu kisah yang terjadi pada masa Rasulullah. Dulu ada seorang pemuda bernama Syuhaib, perantau dari Romawi. Laki-laki itu datang ke Mekkah dan mengadu nasib sebagai pedagang di kota tersebut.
Beberapa waktu berlalu, bisnis Syuhaib meraup keuntungan banyak. Dia didaulat sebagai orang kaya baru. Kekayaan di tangan membuat Syuhaib menikahi seorang gadis di kota nabi tersebut. Saat Islam datang, Syuhaib tanpa ragu menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Sekarang dia mempunyai dua pilihan. Menetap di Mekkah sebagai orang ingkar, kafir atau ikut pindah ke Madinah sebagai seorang muslim. Tapi kalau ikut ke Madinah maka tokonya hilang, hartanya melayang, mertuanya tidak memberikan izin untuk melepas anak dan cucunya. Maka dia pergi sendirian ke Madinah,” kata UAS menceritakan.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, salah satu ciri orang beruntung sesungguhnya adalah bersegera jika mendengar panggilan Allah dari masjid. Toko yang ramai pun ditutup untuk bersegera memenuhi panggilan adzan.
Baca juga: Khutbah Jumat UAS: Keistimewaan Rasulullah
“Di tengah ramai-ramainya pelanggan toko, dia tutup, karena adzan berkumandang pada hari Jumat. Orang semua akan mengatakan rugi, dia mengatakan untung, karena keuntungan utama yang akan kuterima nanti saat berhadapan dengan Allah,” ucap UAS saat menyampaikan khutbah di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).
UAS menceritakan satu kisah yang terjadi pada masa Rasulullah. Dulu ada seorang pemuda bernama Syuhaib, perantau dari Romawi. Laki-laki itu datang ke Mekkah dan mengadu nasib sebagai pedagang di kota tersebut.
Beberapa waktu berlalu, bisnis Syuhaib meraup keuntungan banyak. Dia didaulat sebagai orang kaya baru. Kekayaan di tangan membuat Syuhaib menikahi seorang gadis di kota nabi tersebut. Saat Islam datang, Syuhaib tanpa ragu menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Sekarang dia mempunyai dua pilihan. Menetap di Mekkah sebagai orang ingkar, kafir atau ikut pindah ke Madinah sebagai seorang muslim. Tapi kalau ikut ke Madinah maka tokonya hilang, hartanya melayang, mertuanya tidak memberikan izin untuk melepas anak dan cucunya. Maka dia pergi sendirian ke Madinah,” kata UAS menceritakan.