LANGIT7.ID - , Jakarta - Keberuntungan dalam
pandangan Islam bukan dilihat secara materi. Ada banyak orang bergelimpangan harta, namun disebut rugi lantaran tak memiliki amal kebaikan yang diridhai Allah Ta’ala.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, salah satu ciri orang beruntung sesungguhnya adalah bersegera jika mendengar panggilan Allah dari masjid. Toko yang ramai pun ditutup untuk bersegera memenuhi
panggilan adzan.
Baca juga: Khutbah Jumat UAS: Keistimewaan Rasulullah“Di tengah ramai-ramainya pelanggan toko, dia tutup, karena adzan berkumandang pada hari Jumat. Orang semua akan mengatakan rugi, dia mengatakan untung, karena keuntungan utama yang akan kuterima nanti saat berhadapan dengan Allah,” ucap UAS saat menyampaikan khutbah di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).
UAS menceritakan satu kisah yang terjadi pada masa
Rasulullah. Dulu ada seorang pemuda bernama Syuhaib, perantau dari Romawi. Laki-laki itu datang ke
Mekkah dan mengadu nasib sebagai pedagang di kota tersebut.
Beberapa waktu berlalu, bisnis Syuhaib meraup keuntungan banyak. Dia didaulat sebagai orang kaya baru. Kekayaan di tangan membuat Syuhaib menikahi seorang gadis di kota nabi tersebut. Saat Islam datang, Syuhaib tanpa ragu menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Sekarang dia mempunyai dua pilihan. Menetap di Mekkah sebagai orang ingkar, kafir atau ikut pindah ke
Madinah sebagai seorang muslim. Tapi kalau ikut ke Madinah maka tokonya hilang, hartanya melayang, mertuanya tidak memberikan izin untuk melepas anak dan cucunya. Maka dia pergi sendirian ke Madinah,” kata UAS menceritakan.
Baca juga: Punya Ciri Khas Sendiri, Begini Gaya Pakaian UAS saat BerdakwahBagi Syuhaib, kebersamaan dengan istri dan anak hanya sementara. Harta pun demikian, lambat laun akan hilang. Maka dia memilih bersama Rasulullah ke Madinah. Orang-orang kafir Quraisy mengejek Syuhaib karena dianggap bodoh.
“Kabar itu didengar Rasulullah, dia berkata, Syuhaib beruntung. Kenapa ya Rasulullah? Istrinya ditinggal, anaknya ditinggal, hartanya ditinggal, dia pergi sebatang kara menuju kota yang belum diketahuinya, belum dikenalnya. Apa yang dia tinggalkan itu kecil, dia memilih bersama dengan yang Maha Besar,” tutur UAS.
Baca juga: UAS Miliki 2,8 Juta Subscriber di Youtube, Kemana Hasil Adsense-nya?(est)