Sebanyak 17 Juta Data PLN Diduga Bocor, Ini Kata Pakar Siber
Ummu hani
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 19:45 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilaporkan mengalami peretasan terhadap 17 data pengguna.
Peretas (hacker) diketahui menjualnya di forum gelap (darkweb). Hal ini diungkap oleh akun Twitter, dengan handle @nuicemedia, yang mengunggah sejumlah tangkapan gambar (screen shot) informasi peretasan.
Peretas diduga bernama Lolyta yang mengungkapkan dirinya menjual lebih dari 17 juta dataPLN.
"Hi, saya menjual data PLN 17 juta lebih, dengan rincian, ID, ID pelanggan, nama pelanggan, jenis energi, Kwh, alamat, nomor meter, unit UPI, jenis meter, nama unit UPI, unit Ap, hingga pembaruan terakhir," tulis peretas tersebut, dikutip Langit7.id, Jumat (19/8/2022).
Baca juga:Situs Tempo Di-Hack, Komnas HAM: Tidak Demokratis dan Merugikan
Menurut Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, peretasan ini sudah dilakukan sejak 18 Agustus 2022. Bahkan pelaku juga mengunggah hasil database pelanggan PLN yang diretas.
"Jika diperiksa, sample data yang diberikan hanya memuat 10 pelanggan PLN. Ketika dicek nomor id pelanggan yang diberikan pada sample ke dalam platform pembayaran maka tertera nama pelanggan yang sesuai dengan sample data yang diberikan (peretas)," ujar Pratama, kepada Langit7.id.
Peretas (hacker) diketahui menjualnya di forum gelap (darkweb). Hal ini diungkap oleh akun Twitter, dengan handle @nuicemedia, yang mengunggah sejumlah tangkapan gambar (screen shot) informasi peretasan.
Peretas diduga bernama Lolyta yang mengungkapkan dirinya menjual lebih dari 17 juta dataPLN.
"Hi, saya menjual data PLN 17 juta lebih, dengan rincian, ID, ID pelanggan, nama pelanggan, jenis energi, Kwh, alamat, nomor meter, unit UPI, jenis meter, nama unit UPI, unit Ap, hingga pembaruan terakhir," tulis peretas tersebut, dikutip Langit7.id, Jumat (19/8/2022).
Baca juga:Situs Tempo Di-Hack, Komnas HAM: Tidak Demokratis dan Merugikan
Menurut Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, peretasan ini sudah dilakukan sejak 18 Agustus 2022. Bahkan pelaku juga mengunggah hasil database pelanggan PLN yang diretas.
"Jika diperiksa, sample data yang diberikan hanya memuat 10 pelanggan PLN. Ketika dicek nomor id pelanggan yang diberikan pada sample ke dalam platform pembayaran maka tertera nama pelanggan yang sesuai dengan sample data yang diberikan (peretas)," ujar Pratama, kepada Langit7.id.