Problematika Umat Menurut UAS: Krisis Jahil dalam Agama, Ekonomi, dan Politik
Muhajirin
Ahad, 21 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Ustadz Abdul Somad (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Prof. Dr. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A alias Ustadz Abdul Somad (UAS), mengungkapkan, problematika utama umat Islam di Indonesia adalah krisis jahil atau kebodohan. Jahil dalam arti tidak tahu dan tidak memahami agama Islam secara umum.
“Bisa dibuatkan teks, survei bagaimana mengukur pemahaman dalam bidang agama,” kata UAS kepada LANGIT7.ID, Jumat (19/8/2022) malam.
Menurut UAS, krisis jahil dibagi lagi ke dalam tiga bidang yakni bidang akidah, fikih, dan akhlak. Umat masih minim pemahaman tentang hal ini, sehingga para ulama dan pendakwah perlu memperluas gerakan dakwah agar umat bisa tercerahkan.
Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia
Selain itu, kata UAS, kesadaran umat Islam tentang ekonomi dan politik juga masih minim. Ketidaktahuan ini kerap dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Dia mencontohkan saat pemilu, banyak suara umat dibeli karena tidak memiliki uang.
“Kemudian, kesadaran tentang ekonomi umat dan politik. Umat Islam tidak melek politik, sehingga suaranya mudah dibeli. Kenapa mudah dibeli karena miskin,” jelas Visiting Professor di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam itu.
“Bisa dibuatkan teks, survei bagaimana mengukur pemahaman dalam bidang agama,” kata UAS kepada LANGIT7.ID, Jumat (19/8/2022) malam.
Menurut UAS, krisis jahil dibagi lagi ke dalam tiga bidang yakni bidang akidah, fikih, dan akhlak. Umat masih minim pemahaman tentang hal ini, sehingga para ulama dan pendakwah perlu memperluas gerakan dakwah agar umat bisa tercerahkan.
Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia
Selain itu, kata UAS, kesadaran umat Islam tentang ekonomi dan politik juga masih minim. Ketidaktahuan ini kerap dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Dia mencontohkan saat pemilu, banyak suara umat dibeli karena tidak memiliki uang.
“Kemudian, kesadaran tentang ekonomi umat dan politik. Umat Islam tidak melek politik, sehingga suaranya mudah dibeli. Kenapa mudah dibeli karena miskin,” jelas Visiting Professor di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam itu.