Mengapa Tidur Setelah Subuh Dilarang? Begini Penjelasannya
Andi Muhammad
Selasa, 23 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Mengapa Tidur Setelah Subuh Dilarang? Begini Penjelasannya. Foto: Langit7.id/iStock.
Tidur merupakan aktivitas yang dibutuhkan tubuh kita untuk beristirahat. Setelah badan terasa letih, penat, dan, stres maka tidur menjadi opsi terbaik di kala aktivitas lainnya telah terselesaikan. Namun, bagaimana pandangan Islam tentang tidur setelah Subuh?
Di waktu pagi setelah ba'da Subuh tubuh kita terkadang masih merasa sedikit kantuk di kala hendak melakukan aktivitas. Tidur setelah salat Subuh ternyata sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam dan beberapa ulama dengan tegas menjelaskan hukumnya adalah makruh.
Seorang ulama ahli fikih kelahiran Damaskus, Suriah. Selain itu, beliau mempunyai gelar Abu Abdullah Syamsuddin dan lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
Artinya: “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.”
Baca Juga:Tips Parenting dari Ustadz Abdul Somad, Sediakan Waktu untuk Anak
Maka dari itu, tidur setelah subuh tidak akan mendapatkan keberkahan, di waktu pagi Nabi Muhammad SAW berdoa agar pagi menjadi waktu yang penuh dengan keberkahan. Hal ini pun tertuang dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
Di waktu pagi setelah ba'da Subuh tubuh kita terkadang masih merasa sedikit kantuk di kala hendak melakukan aktivitas. Tidur setelah salat Subuh ternyata sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam dan beberapa ulama dengan tegas menjelaskan hukumnya adalah makruh.
Seorang ulama ahli fikih kelahiran Damaskus, Suriah. Selain itu, beliau mempunyai gelar Abu Abdullah Syamsuddin dan lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
Artinya: “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.”
Baca Juga:Tips Parenting dari Ustadz Abdul Somad, Sediakan Waktu untuk Anak
Maka dari itu, tidur setelah subuh tidak akan mendapatkan keberkahan, di waktu pagi Nabi Muhammad SAW berdoa agar pagi menjadi waktu yang penuh dengan keberkahan. Hal ini pun tertuang dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: