Mahasiswa Unhas Ngaku Punya Gender Non-Biner, Bagaimana Pandangan Islam?
Muhajirin
Selasa, 23 Agustus 2022 - 17:52 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Baru-baru ini publik dikejutkan dengan pengakuan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang secara terbuka mengaku memiliki gender non-biner bukan laki dan bukan perempuan.
Menanggapi hal itu, Direktur The Center for Gender Studies (CGS), Dr. Dinar Dewi Kania, menegaskan, Islam tidak mengenal istilah gender non-biner. Dalam ajaran Islam sudah jelas hanya ada dua jenis kelamin.
Meskipun Islam mengenal istilah khuntsa, yakni organ biologis ganda atau hermaprodit yang menyatu dalam satu individu. Namun, Islam mengharuskan khunsa menentukan satu jenis kelamin yang paling dominan, apakah laki-laki atau perempuan.
“Penentuan jenis kelamin khuntsa pun harus berdasarkan kajian dari otoritas keilmuan, seperti dokter, psikolog, ulama, dll. Jadi tidak bisa seenaknya menentukan sendiri jenis kelamin hanya berdasarkan apa yang orang itu pikirkan,” kata Dinar kepada LANGIT7.ID, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Mahasiswa Unhas Mengaku Gender Non-Biner, Pakar: Terpengaruh LGBTQ
Di luar dari kategori tersebut, tidak ada jenis kelamin lain. Menurut Dinar, jika ada orang yang mengaku non-biner padahal tidak memiliki alat kelamin ganda, atau punya kelamin laki-laki atau perempuan, maka yang bermasalah adalah pikiran orang tersebut.
Menanggapi hal itu, Direktur The Center for Gender Studies (CGS), Dr. Dinar Dewi Kania, menegaskan, Islam tidak mengenal istilah gender non-biner. Dalam ajaran Islam sudah jelas hanya ada dua jenis kelamin.
Meskipun Islam mengenal istilah khuntsa, yakni organ biologis ganda atau hermaprodit yang menyatu dalam satu individu. Namun, Islam mengharuskan khunsa menentukan satu jenis kelamin yang paling dominan, apakah laki-laki atau perempuan.
“Penentuan jenis kelamin khuntsa pun harus berdasarkan kajian dari otoritas keilmuan, seperti dokter, psikolog, ulama, dll. Jadi tidak bisa seenaknya menentukan sendiri jenis kelamin hanya berdasarkan apa yang orang itu pikirkan,” kata Dinar kepada LANGIT7.ID, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Mahasiswa Unhas Mengaku Gender Non-Biner, Pakar: Terpengaruh LGBTQ
Di luar dari kategori tersebut, tidak ada jenis kelamin lain. Menurut Dinar, jika ada orang yang mengaku non-biner padahal tidak memiliki alat kelamin ganda, atau punya kelamin laki-laki atau perempuan, maka yang bermasalah adalah pikiran orang tersebut.