Alasan Khatib Selalu Beri Wasiat Takwa saat Salat Jumat
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 10:35 WIB
Khatib salat Jumat. (Foto: Istimewa).
Khatib selalu memberikan wasiat takwa kepada jamaah salat Jumat. Ternyata wasiat ini merupakan salah satu dari rukun khutbah, sehingga wajib disampaikan.
Materi khutbah umumnya berisi ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan disebutkan dalam hadis.
"Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR At-Tirmidzi).
Dari hadis tersebut, Rasulullah berpesan kepada umatnya untuk senantiasa tetap dalam keadaan beriman dan berusaha meningkatkan keimanan itu setiap waktunya.
Baca Juga: Ringkasan Khutbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT
"Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS An-Nisaa': 136).
Dalam tafsir Jalalain, makna "Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu" adalah tetaplah beriman (kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan-Nya kepada rasul-Nya) Muhammad SAW, yakni Alquran (serta kitab yang diturunkan-Nya sebelumnya).
Materi khutbah umumnya berisi ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan disebutkan dalam hadis.
"Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR At-Tirmidzi).
Dari hadis tersebut, Rasulullah berpesan kepada umatnya untuk senantiasa tetap dalam keadaan beriman dan berusaha meningkatkan keimanan itu setiap waktunya.
Baca Juga: Ringkasan Khutbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT
"Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS An-Nisaa': 136).
Dalam tafsir Jalalain, makna "Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu" adalah tetaplah beriman (kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan-Nya kepada rasul-Nya) Muhammad SAW, yakni Alquran (serta kitab yang diturunkan-Nya sebelumnya).