LANGIT7.ID, Jakarta - Khatib selalu memberikan wasiat takwa kepada jamaah
salat Jumat. Ternyata wasiat ini merupakan salah satu dari rukun khutbah, sehingga wajib disampaikan.
Materi
khutbah umumnya berisi ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan disebutkan dalam hadis.
"
Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR At-Tirmidzi).
Dari hadis tersebut, Rasulullah berpesan kepada umatnya untuk senantiasa tetap dalam keadaan beriman dan berusaha meningkatkan keimanan itu setiap waktunya.
Baca Juga: Ringkasan Khutbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT"Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS An-Nisaa': 136).
Dalam tafsir Jalalain, makna "Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu" adalah tetaplah beriman (kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan-Nya kepada rasul-Nya) Muhammad SAW, yakni Alquran (serta kitab yang diturunkan-Nya sebelumnya).
Sementara dalam tafsir Departemen Agama, pada QS An-Nisaa': 136, Allah SWT menyeru kaum muslimin agar mereka tetap beriman kepada Allah, juga kepada Rasul-Nya. kepada Al-Quran, dan kepada Kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul-rasul sebelumnya.
Adapun ciri orang bertakwa dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5. Di antara ciri-ciri itu adalah mereka yang beriman kepada Allah SWT, malaikat, para nabi dan rasul, hari kiamat, serta menunaikan salat dan membayar zakat.
(bal)