Kebahagiaan Idulfitri sering kali tereduksi menjadi sekadar pamer sandang dan pangan. Padahal, esensi hari raya adalah perayaan atas kemenangan takwa dan ampunan dosa yang dicapai melalui peluh ibadah.
Dalam pandangan Al-Quran, makan bukan sekadar urusan perut. Ia adalah laku spiritual yang menuntun manusia menjaga kehalalan, kesehatan, keseimbangan, dan ketakwaan di setiap suapan.
Quraish Shihab menafsirkan paham kebangsaan bukan sekadar ikatan darah dan tanah, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga kemanusiaan di bawah cahaya wahyu.
Pakaian, dalam pengertian yang lebih luas, melindungi lebih dari sekadar kulit. Ia menjaga harga diri, membentuk persepsi, bahkan menjadi cermin akhlak.
Dunia ini hanyalah tempat singgah sementara. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita lakukan di dunia akan berdampak pada kehidupan kita di akhirat kelak.
Menghindari siksa atau hukuman Allah, diperoleh dengan jalan menghindarkan diri dari segala yang dilarangnya serta mengikuti apa yang diperintahkan-Nya.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu, ia adalah latihan bagi jiwa untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah
Dalam kehidupan seorang muslim, hati adalah pusat dari segala amal perbuatan. Hati yang baik akan melahirkan amal yang ikhlas dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Taala.
Allah mencintai hamba yang memiliki tiga sifat utama: bertakwa (menjalankan perintah dan menjauhi larangan), kaya hati (qona'ah dan ridha), serta khafiy (rendah hati dan tidak suka pamer). Kunci meraih cinta Allah adalah dengan menjalankan ibadah dengan ikhlas dan menghindari riya dalam beramal.
Pendidikan nasional tidak boleh lepas dari dimensi iman, takwa, dan akhlak mulia. Berkali-kali Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan akan hal ini.
Manusia dapat meraih ketakwaan dengan menerapkan interaksi tiga arah. Interaksi itu dapat tercapai dengan senantiasa berbuat kebaikan kepada Allah, diri sendiri dan sesama makhluk.
Seperti yang tecantum didalam Al-Quran surat Al-Baqoroh 183 bahwa tujuan berpuasa adalah agar bertakwa. Tentu Ketika ingin mencapai derajat takwa tidak cukup hanya dilakukan dalam waktu satu bulan jika sebelas bulan yang lain tidak. Dan juga puasa jika hanya dilakukan secara fisik atau lahir maka tidak akan menghantarkan pada tujuan tersebut