Takwa disebut dalam Al-Quran sebanyak 115 kali. Di antara banyak makna takwa itu berkaitan erat dengan petunjuk Allah mengenai tujuan hidup manusia di muka bumi dan ke mana akan kembali.
Kadang dalam kehidupan, seorang Muslim ditempatkan dalam kondisi yang pelik, di mana ia dituntut untuk ikhlas dan sabar. Bila berhubungan dengan kesalahan orang lain, kita dianjurkan untuk memaafkan dan tidak menyimpan dendam dalam hati.
Kedua hadis ini sangat jelas betapa pentingnya menjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Dan bentuk takwa yang kuat pun mampu menjadi jembatan seorang mukmin menuju surga-Nya.
Khatib selalu memberikan wasiat takwa kepada jamaah salat Jumat. Ternyata wasiat ini merupakan salah satu dari rukun khutbah, sehingga wajib disampaikan.
Allah memberitahukan tentang satu faktor yang bisa membantu mereka dalam merealisasikan ketakwaan dan memeringatkan mereka agar tidak meninggalkannya. Yaitu, informasi tentang kondisi-kondisi dahsyat di Hari Kiamat.
Tazkiyatun nafs adalah bekal utama untuk menjadi orang yang bahagia. Orang yang mulia. Orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Takwa merupakan sebaik-baik bekal. Berbekallah dengan takwa karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Ustadz Adi Hidayat berpesan agar umat Islam membuktikan ketakwaannya usai Ramadhan. Kedisiplinan beribadah saat bulan puasa harus dilanjutkan setelahnya.
Buya Yahya mengingatkan, bahwa umat perlu memperkuat dan mempertebal imannya ketika di bulan Syawal. Menurutnya, setan saat Ramadhan sudah menunggu masuknya Syawal.
Setelah seorang muslim beriman, maka dia akan naik ke tingkat takwa. Jika seorang muslim telah mencapai derajat takwa, maka hati akan selalu tentram. Itu karena saat berjalan ke manapun, kapan pun, dan di manapun, Allah senantiasa selalu terasa dekat.