Perdana, Muslim Life Fest Gelar Zona B2B Ekspor Produk Halal
Redaksi
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 09:28 WIB
Salah satu sudut di Muslim Life Fest yang menghadirkan zona perdagangan ekspor produk halal. Foto: Instagram.
Gelaran Muslim Life Fest 2022 dinilai berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, untuk pertama kalinya berkonjungsi dengan Muslim Life Trade, event berkonsep Bussiness to Bussiness (B to B) yang bertujuan meningkatkan skalasi produk halal Indonesia ke pasarekspor.
Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPM) Rachmat Marpaung mengatakan siap memfasilitasi lebih dari 150 pelaku UKM berorientasi ekspor. yang telah mendaftar dengan sekitar 650 buyer dari 9 negara.
Baca juga: Muslim Life Fest Tampilkan Berbagai Kebutuhan Produk Halal dan Islami
Menurut Rahmat, pembeli-pembeli tersebut berasaldari 9 negara, di antaranya Bahrain, Pakistan, Jepang, dan Malaysia diundang untuk saling mengenal, berjejaring, bernegosiasi dan bertransaksi melalui “business matchmaking”.
Ditambahkannya, para buyer tersebut antuasias dengan produk pertanian Indonesia, seperti kopi, lada, cengkeh dan produk pertanian lainnya.
"Karena masih dalam suasana pandemi, pelaksanaan bussiness matchmaking ini lebih dinamis, bisa dilakukan secara hybrid yang disesuaikan dengan zona waktu masing-masing negara. Sehingga pelaku ekspor tetap bisa terkoneksi dengan para buyer dari luar negeri Sedangkan secara offline, kami sudah menyiapkan zona khusus yang kondusif untuk kebutuhan buyer,” papar Rachmat melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/8/2022).
Baca juga: Muslim Life Fest 2022 Hadirkan Zona Perdagangan Ekspor Produk Halal
Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPM) Rachmat Marpaung mengatakan siap memfasilitasi lebih dari 150 pelaku UKM berorientasi ekspor. yang telah mendaftar dengan sekitar 650 buyer dari 9 negara.
Baca juga: Muslim Life Fest Tampilkan Berbagai Kebutuhan Produk Halal dan Islami
Menurut Rahmat, pembeli-pembeli tersebut berasaldari 9 negara, di antaranya Bahrain, Pakistan, Jepang, dan Malaysia diundang untuk saling mengenal, berjejaring, bernegosiasi dan bertransaksi melalui “business matchmaking”.
Ditambahkannya, para buyer tersebut antuasias dengan produk pertanian Indonesia, seperti kopi, lada, cengkeh dan produk pertanian lainnya.
"Karena masih dalam suasana pandemi, pelaksanaan bussiness matchmaking ini lebih dinamis, bisa dilakukan secara hybrid yang disesuaikan dengan zona waktu masing-masing negara. Sehingga pelaku ekspor tetap bisa terkoneksi dengan para buyer dari luar negeri Sedangkan secara offline, kami sudah menyiapkan zona khusus yang kondusif untuk kebutuhan buyer,” papar Rachmat melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/8/2022).
Baca juga: Muslim Life Fest 2022 Hadirkan Zona Perdagangan Ekspor Produk Halal