LANGIT7.ID - , Jakarta - Gelaran
Muslim Life Fest 2022 dinilai berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, untuk pertama kalinya berkonjungsi dengan Muslim Life Trade, event berkonsep
Bussiness to Bussiness (B to B) yang bertujuan meningkatkan skalasi
produk halal Indonesia ke pasar
ekspor.
Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPM) Rachmat Marpaung mengatakan siap memfasilitasi lebih dari 150
pelaku UKM berorientasi ekspor. yang telah mendaftar dengan sekitar 650
buyer dari 9 negara.
Baca juga: Muslim Life Fest Tampilkan Berbagai Kebutuhan Produk Halal dan IslamiMenurut Rahmat, pembeli-pembeli tersebut berasal dari 9 negara, di antaranya Bahrain, Pakistan, Jepang, dan Malaysia diundang untuk saling mengenal, berjejaring, bernegosiasi dan bertransaksi melalui
“business matchmaking”.
Ditambahkannya, para buyer tersebut antuasias dengan
produk pertanian Indonesia, seperti kopi, lada, cengkeh dan produk pertanian lainnya.
"Karena masih dalam suasana pandemi, pelaksanaan
bussiness matchmaking ini lebih dinamis, bisa dilakukan secara
hybrid yang disesuaikan dengan zona waktu masing-masing negara. Sehingga pelaku ekspor tetap bisa terkoneksi dengan para
buyer dari luar negeri Sedangkan secara offline, kami sudah menyiapkan zona khusus yang kondusif untuk kebutuhan buyer,” papar Rachmat melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/8/2022).
Baca juga: Muslim Life Fest 2022 Hadirkan Zona Perdagangan Ekspor Produk HalalMuslim Life Fest dan Muslim Life Trade mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),
Bank Indonesia (BI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (
BPJPH).
Pameran ini sekaligus menjadi bagian dari event road to “Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)” 2022.
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS Putu Rahwidhiyasa mengatakan terselenggaranya acara ini dapat membantu menggerakkan roda usaha para pelaku usaha
industri halal.
"Di samping itu juga membantu upaya peningkatan ekspor produk-produk halal Indonesia ke mancanegara sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia menjadi Pusat Produsen Produk Halal Tahun 2024,” papar Putu.
Baca juga: Muslim Life Fest Bakal Punya Pasar seperti di Zaman RasulullahBerdasarkan data OKI Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota OKI, Indonesia menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3 persen.
Dengan sumber daya yang dimiliki, Putu optimis Indonesia bisa menjadi pusat produsen produk halal dunia.
(est)