Tingkat Residu Rendah, Produk Pesantren Binaan BI Sukses Masuk Pasar Jepang
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 11:02 WIB
Ilustrasi petani cabai. Foto: Langit7/iStock.
Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) menggelar pembinaan dan pendampingan 10 pesantren di Jawa Barat. Program ini menggandeng Lembaga Pengabdian pada Masyarakat IPB University.
Pesantren-pesantren tersebut dibina dalam pertanianhortikulturacabai menggunakan teknologi smart-farming. Cabai ini diproduksi dengan teknologi smart-farming di dalam 10 greenhouse seluas total 10.000 m2. Dari lahan tersebut, dalam satu bulan bisa menghasilkan sekitar 40 ton.
Baca juga: Ubah Hutan Angker Jadi Pesantren Internasional, Kiai Asep Dikira Pelihara Tuyul
Menurut Kepala DEKS-BI Arief Hartawan, dengan mengembangkan teknologi pertanianini, pesantren-pesantren tersebut dapat berproduksi sepanjang tahun, tidak tergantung kepada cuaca.
"Diharapkan suplai hasil produksi pesantren ini akan mendukung permintaan pasar sepanjang tahun, terutama untuk kebutuhan domestik," kata Arief dalam keterangan tertulis dikutip Langit7, Sabtu (27/8/2022).
Sementara untuk permintaan pasar ekspor, saat ini produk dari pesantren-pesantren binaan DEKS-BI ini berhasil lolos quality control masuk ke pasar Jepang. Produk dari pesantren binaan ini memiliki tingkat residu pestisida yang sangat rendah hanya 0,01 ppm (parts per million).
“Jepang itu terkenal sebagai negara paling ketat di dunia untuk produk-produk makanan dan produk hasil pertanian. Alhamdulillah produk hortikultura dari pesantren ini bisa masuk ke pasar Jepang," tambahnya.
Pesantren-pesantren tersebut dibina dalam pertanianhortikulturacabai menggunakan teknologi smart-farming. Cabai ini diproduksi dengan teknologi smart-farming di dalam 10 greenhouse seluas total 10.000 m2. Dari lahan tersebut, dalam satu bulan bisa menghasilkan sekitar 40 ton.
Baca juga: Ubah Hutan Angker Jadi Pesantren Internasional, Kiai Asep Dikira Pelihara Tuyul
Menurut Kepala DEKS-BI Arief Hartawan, dengan mengembangkan teknologi pertanianini, pesantren-pesantren tersebut dapat berproduksi sepanjang tahun, tidak tergantung kepada cuaca.
"Diharapkan suplai hasil produksi pesantren ini akan mendukung permintaan pasar sepanjang tahun, terutama untuk kebutuhan domestik," kata Arief dalam keterangan tertulis dikutip Langit7, Sabtu (27/8/2022).
Sementara untuk permintaan pasar ekspor, saat ini produk dari pesantren-pesantren binaan DEKS-BI ini berhasil lolos quality control masuk ke pasar Jepang. Produk dari pesantren binaan ini memiliki tingkat residu pestisida yang sangat rendah hanya 0,01 ppm (parts per million).
“Jepang itu terkenal sebagai negara paling ketat di dunia untuk produk-produk makanan dan produk hasil pertanian. Alhamdulillah produk hortikultura dari pesantren ini bisa masuk ke pasar Jepang," tambahnya.