LANGIT7.ID - , Jakarta - Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah
Bank Indonesia (DEKS BI) menggelar pembinaan dan pendampingan 10
pesantren di Jawa Barat. Program ini menggandeng Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
IPB University.
Pesantren-pesantren tersebut dibina dalam
pertanian hortikultura cabai menggunakan teknologi
smart-farming. Cabai ini diproduksi dengan teknologi
smart-farming di dalam 10
greenhouse seluas total 10.000 m2. Dari lahan tersebut, dalam satu bulan bisa menghasilkan sekitar 40 ton.
Baca juga: Ubah Hutan Angker Jadi Pesantren Internasional, Kiai Asep Dikira Pelihara TuyulMenurut Kepala DEKS-BI Arief Hartawan, dengan mengembangkan
teknologi pertanian ini, pesantren-pesantren tersebut dapat berproduksi sepanjang tahun, tidak tergantung kepada cuaca.
"Diharapkan suplai hasil produksi pesantren ini akan mendukung permintaan pasar sepanjang tahun, terutama untuk kebutuhan domestik," kata Arief dalam keterangan tertulis dikutip Langit7, Sabtu (27/8/2022).
Sementara untuk permintaan pasar ekspor, saat ini produk dari pesantren-pesantren binaan DEKS-BI ini berhasil lolos
quality control masuk ke pasar Jepang. Produk dari pesantren binaan ini memiliki tingkat residu pestisida yang sangat rendah hanya 0,01 ppm (parts per million).
“Jepang itu terkenal sebagai negara paling ketat di dunia untuk produk-produk makanan dan produk hasil pertanian.
Alhamdulillah produk hortikultura dari pesantren ini bisa masuk ke pasar Jepang," tambahnya.
Baca juga: Menko PMK: Presiden Dukung Pengembangan Pesantren Al-Mukmin NgrukiArief melanjutkan, sisi kualitas produk pesantren binaan yang sudah teruji di pasar Jepang, diharapkan dapat memudahkan membuka pintu pasar global lainnya.
"Kami optimis bahwa inovasi program ini dapat direplikasi ke pesantren-pesantren lain, mendorong pesantren menjadi lokomotif untuk adopsi teknologi dan mengoptimalkan sumber-sumber daya ekonomi potensial untuk mendukung ketahanan pangan nasional termasuk pemulihan ekonomi nasional” tegas Arief.
(est)