Selain Atasi Bad Mood, Ini Manfaat Lain Ngemil Sebatang Cokelat
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 29 Agustus 2022 - 14:12 WIB
Cokelat dengan kandungan biji kakao yang tinggi dipercaya dapat mengubah suasana hati atau mood booster. Foto: Langit7/iStock.
Cokelat biasanya dijadikan sebagai simbol untuk mengekspresikan kasih sayang kepada seseorang. Namun, banyak juga yang memanfaatkan coklat untuk mengembalikan mood dari sedih menjadi ceria. Benarkah demikian?
Merujuk dari Eat This, Not That! Sebuah penelitian yang diterbitkan The Journal of Nutritional Biochemistry, menyebutkan memakan cokelat tak hanyaampuh untuk memulihkan suasana hati, namun sekaligus menyehatkan.
Baca juga: Kasus Viral Pencurian Cokelat di Alfamart Berakhir Damai
Dalam sebuah studi acak pada orang dewasa dengan kisaran usia 20-30 tahun, dark chocolate atau cokelat hitam dari 85 persen biji kakao berpotensi membuat mood jadi lebih baik juga usus yang lebih sehat.
Uji coba dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kandungan kakao. Satu kelompok memakan dark chocolate dengan 70 persen kakao. Sementara kelompok lain mengonsumsi cokelat hitam 85 persen kakao. Uji coba tersebut dilakukan setiap hari selama tiga minggu.
Di akhir uji coba, peserta diukur menggunakan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), yang mampu melacak perubahan emosi mingguan pada klien.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi 85 persen dark chocolate mengalami penurunan "pengaruh negatif" lebih besar, dibandingkan dengan kelompok 70 persen.
Merujuk dari Eat This, Not That! Sebuah penelitian yang diterbitkan The Journal of Nutritional Biochemistry, menyebutkan memakan cokelat tak hanyaampuh untuk memulihkan suasana hati, namun sekaligus menyehatkan.
Baca juga: Kasus Viral Pencurian Cokelat di Alfamart Berakhir Damai
Dalam sebuah studi acak pada orang dewasa dengan kisaran usia 20-30 tahun, dark chocolate atau cokelat hitam dari 85 persen biji kakao berpotensi membuat mood jadi lebih baik juga usus yang lebih sehat.
Uji coba dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kandungan kakao. Satu kelompok memakan dark chocolate dengan 70 persen kakao. Sementara kelompok lain mengonsumsi cokelat hitam 85 persen kakao. Uji coba tersebut dilakukan setiap hari selama tiga minggu.
Di akhir uji coba, peserta diukur menggunakan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), yang mampu melacak perubahan emosi mingguan pada klien.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi 85 persen dark chocolate mengalami penurunan "pengaruh negatif" lebih besar, dibandingkan dengan kelompok 70 persen.