Mengenal Macam-macam Tafsir Al-Qur'an Sejak Zaman Sahabat
Hasanah syakim
Selasa, 30 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Mengenal Macam-macam Tafsir Al-Quran. Foto: Langit7.id/iStock.
Al-Qur'an merupakan kalam Allah Ta'ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur'an menjadi pedoman bagi umat Islam dan seluruh manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia dan akhirat kelak.
Pada masa awal turunnya Al-Qur'an, umat Islam dapat mendengarkan untuk melafalkan dan memahami makna Al-Qur'an langsung dari Rasulullah Saw. Sehingga menjadi tidak terlalu sulit karena yang menyampaikan dan menjelaskannya Rasulullah Saw.
Kendati demikian, setelah Rasulullah Saw meninggal, umat Islam mengalami kesulitan untuk menghafalkan terutama mengartikan dan menafsirkan Al-Qur'an, dengan makna yang sesuai sebagaimana yang diterima Rasulullah Saw sehingga para sahabat menjadi tumpuan memahami Al-Qur'an.
Di era kontemporer, umat Islam sulit mendapatkan seorang mufassir sebab banyak syarat untuk bisa menafsirkan Al-Qur'an serta meriwayatkan hadis. Kalaupun ada hanya segelintir orang yang sanggup memenuhi kriteria seorang mufassir.
Baca Juga:Membaca Tafsir al-Azhar Buya Hamka, Anwar Ibrahim: Mengesankan
Kata tafsir sendiri memiliki makna penjelasan atau penampakan makna, kemudian tafsir diartikan sebagai ilmu yang dapat menyempurnakan Al-Qur'an, mengartikan setiap makna menyempurnakan Al-Qur'an, menjelaskan hukum dalam Al-Qur'an serta menjabarkan permasalahannya.
Sedangkan menurut Al-Kilbi dalam At Tashil disampaikan bahwa yang dimaksud dengan tafsir, yaitu menjelaskan Al-Qur'an, menerangkan maknanya, dan menjelaskan apa yang dikehendaki nash, isyarat, atau tujuannya. Selanjutnya, tafsir juga terdiri dari beberapa macam, berikut ini macam-macam tafsir dari segi cara pengambilan rujukannya antara lain:
Pada masa awal turunnya Al-Qur'an, umat Islam dapat mendengarkan untuk melafalkan dan memahami makna Al-Qur'an langsung dari Rasulullah Saw. Sehingga menjadi tidak terlalu sulit karena yang menyampaikan dan menjelaskannya Rasulullah Saw.
Kendati demikian, setelah Rasulullah Saw meninggal, umat Islam mengalami kesulitan untuk menghafalkan terutama mengartikan dan menafsirkan Al-Qur'an, dengan makna yang sesuai sebagaimana yang diterima Rasulullah Saw sehingga para sahabat menjadi tumpuan memahami Al-Qur'an.
Di era kontemporer, umat Islam sulit mendapatkan seorang mufassir sebab banyak syarat untuk bisa menafsirkan Al-Qur'an serta meriwayatkan hadis. Kalaupun ada hanya segelintir orang yang sanggup memenuhi kriteria seorang mufassir.
Baca Juga:Membaca Tafsir al-Azhar Buya Hamka, Anwar Ibrahim: Mengesankan
Kata tafsir sendiri memiliki makna penjelasan atau penampakan makna, kemudian tafsir diartikan sebagai ilmu yang dapat menyempurnakan Al-Qur'an, mengartikan setiap makna menyempurnakan Al-Qur'an, menjelaskan hukum dalam Al-Qur'an serta menjabarkan permasalahannya.
Sedangkan menurut Al-Kilbi dalam At Tashil disampaikan bahwa yang dimaksud dengan tafsir, yaitu menjelaskan Al-Qur'an, menerangkan maknanya, dan menjelaskan apa yang dikehendaki nash, isyarat, atau tujuannya. Selanjutnya, tafsir juga terdiri dari beberapa macam, berikut ini macam-macam tafsir dari segi cara pengambilan rujukannya antara lain: