Konsumsi Ikan Terlalu Banyak Sebabkan Kanker Kulit, Benarkah?
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:17 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Hampir semua orang tahu bahwa terlalu banyak terpapar sinar ultraviolet akan terancam kanker kulit. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa mengkonsumi ikan juga ternyata menjadi salah satu penyebabnya.
Sebuah penelitian menemukan bahwa makan ikan dapat meningkatkan kemungkinan kanker kulit. Bukan hanya dalam bentuk ringan tetapi juga bentuk agresif yang disebut melanoma.
Baca juga: Bahaya Sinar UV, PBB Rilis Aplikasi Cegah Kanker Kulit
Interesting Engineering melaporkan peneliti Brown University dan National Cancer Institute memantau kebiasaan makan 491.367 orang dewasa Amerika berusia 50-71 selama 15 tahun dan mengevaluasi risiko mereka terkena kanker kulit berdasarkan kebiasaan mengonsumsi ikan.
Hasilnya, ditemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi sekitar dua porsi ikan per minggu memiliki risiko 22 persen terkena melanoma dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.
Peserta yang sama menunjukkan risiko 28 persen lebih tinggi mengembangkan sel-sel kulit abnormal yang bisa menjadi prekursor kanker.
Salah satu penulis, Eunyoung Cho mengatakan melanoma adalah kanker paling umum kelima di AS.
Sebuah penelitian menemukan bahwa makan ikan dapat meningkatkan kemungkinan kanker kulit. Bukan hanya dalam bentuk ringan tetapi juga bentuk agresif yang disebut melanoma.
Baca juga: Bahaya Sinar UV, PBB Rilis Aplikasi Cegah Kanker Kulit
Interesting Engineering melaporkan peneliti Brown University dan National Cancer Institute memantau kebiasaan makan 491.367 orang dewasa Amerika berusia 50-71 selama 15 tahun dan mengevaluasi risiko mereka terkena kanker kulit berdasarkan kebiasaan mengonsumsi ikan.
Hasilnya, ditemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi sekitar dua porsi ikan per minggu memiliki risiko 22 persen terkena melanoma dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.
Peserta yang sama menunjukkan risiko 28 persen lebih tinggi mengembangkan sel-sel kulit abnormal yang bisa menjadi prekursor kanker.
Salah satu penulis, Eunyoung Cho mengatakan melanoma adalah kanker paling umum kelima di AS.