Peduli Risiko Demensia, Masjid di Luton Inggris Gelar Kampanye Edukasi
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:37 WIB
Masjid di Luton menggelar kampanye edukasi risiko demensia. Foto: Istimewa.
Masjid Bury Park di Luton, Inggris menggelar acara edukasi mengenai risiko demensia. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk membantu masyarakat memahami tentang demensia dan cara merawat penderita.
Alzheimer's Society, bersama dengan Active Luton dan Total Wellbeing Services, berharap edukasi ini dapat mengurangi risiko pengembangan demensia, di mana lebih dari 2.000 orang hidup dengan penyakit ini.
Baca juga: Spesialis Saraf: Penyintas Covid-19 Berisiko Demensia Alzheimer
Salah satu petugas Alzheimer's Society, Louise Buckingham mengatakan komunitas Asia Selatan memiliki risiko tinggi terhadap sejumlah penyakit yang dapat meningkatkan risiko demensia.
“Orang-orang dari komunitas Asia Selatan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit lain seperti penyakit jantung,stroke, dandiabetes, yang semuanya meningkatkan risiko demensia," kata Buckingham dikutip dari Luton Today, Rabu (31/8/202).
“Stigma dan tabu seputar kondisi tersebut, tampaknya menjadi hambatan terbesar pada orang yang mencari diagnosis, menunda akses ke perawatan profesional yang dapat membantu menghindari mencapai krisis," tambahnya.
Buckingham menyebut saat memulai pemaparan, ia memulainya dengan gejala demensia. Adapun gejala tersebut mencakup masalah terkait dengan ingatan, pemikiran atau bahasa, dan perubahan suasana hati, emosi, persepsi dan perilaku - dan dukungan yang tersedia.
Alzheimer's Society, bersama dengan Active Luton dan Total Wellbeing Services, berharap edukasi ini dapat mengurangi risiko pengembangan demensia, di mana lebih dari 2.000 orang hidup dengan penyakit ini.
Baca juga: Spesialis Saraf: Penyintas Covid-19 Berisiko Demensia Alzheimer
Salah satu petugas Alzheimer's Society, Louise Buckingham mengatakan komunitas Asia Selatan memiliki risiko tinggi terhadap sejumlah penyakit yang dapat meningkatkan risiko demensia.
“Orang-orang dari komunitas Asia Selatan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit lain seperti penyakit jantung,stroke, dandiabetes, yang semuanya meningkatkan risiko demensia," kata Buckingham dikutip dari Luton Today, Rabu (31/8/202).
“Stigma dan tabu seputar kondisi tersebut, tampaknya menjadi hambatan terbesar pada orang yang mencari diagnosis, menunda akses ke perawatan profesional yang dapat membantu menghindari mencapai krisis," tambahnya.
Buckingham menyebut saat memulai pemaparan, ia memulainya dengan gejala demensia. Adapun gejala tersebut mencakup masalah terkait dengan ingatan, pemikiran atau bahasa, dan perubahan suasana hati, emosi, persepsi dan perilaku - dan dukungan yang tersedia.