Kisah Rasulullah Saat jadi Target Pembunuhan Berencana
Fajar adhitya
Kamis, 01 September 2022 - 07:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Rasulullah menghadapi masa-masa sulit saat mendakwahkan agama Islam di Mekkah. Kafir Quraisy menyusun rencana pembunuhan menghabisi Rasulullah dalam perjalanan hijrah ke Yastrib.
Martin Lings dalam bukunya, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources mengisahkan, para pembesar Quraisy mengadakan sebuah rapat untuk membunuh Rasulullah. Rapat sempat berjalan alot ketika memutuskan aksi yang tepat untuk menindak Rasulullah.
Mereka sadar membunuh Rasulullah yang berasal dari Bani Hasyim akan memicu konflik besar. Setelah perdebatan panjang, sebagian besar para pembesar kabilah menyetujui rencana yang dikemukakan Abu Jahal sebagai satu-satunya cara solutif mengembalikan kondusifitas Mekkah, yakni membunuh Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Setiap kabilah mengajukan seorang pemuda yang cakap. Pada waktu yang ditentukan, mereka bersama-sama menyerang Muhammad, masing-masing melancarkan pukulan sehingga darah Rasululah terkena pada semua kabilah.
Dengan demikian, Bani Hasyim akan berpikir ulang untuk membalas dendam melawan kabilah-kabilah yang terlibat dan terpaksa menerima uang tebusan yang ditawarkan. Akhirnya, masyarakat Mekkah terbebas dari seorang pria yang selama hidupnya dianggap merusak kondusifitas.
Demikianlah para pembesar Quraisy menyusun rencana pembunuhan Nabi Muhammad SAW. Namun, malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dan mengabarkan rencana jahat mereka.
Martin Lings dalam bukunya, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources mengisahkan, para pembesar Quraisy mengadakan sebuah rapat untuk membunuh Rasulullah. Rapat sempat berjalan alot ketika memutuskan aksi yang tepat untuk menindak Rasulullah.
Mereka sadar membunuh Rasulullah yang berasal dari Bani Hasyim akan memicu konflik besar. Setelah perdebatan panjang, sebagian besar para pembesar kabilah menyetujui rencana yang dikemukakan Abu Jahal sebagai satu-satunya cara solutif mengembalikan kondusifitas Mekkah, yakni membunuh Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:Sabar dalam Berdakwah, Berkaca dari Keputusasaan Nabi Yunus
Setiap kabilah mengajukan seorang pemuda yang cakap. Pada waktu yang ditentukan, mereka bersama-sama menyerang Muhammad, masing-masing melancarkan pukulan sehingga darah Rasululah terkena pada semua kabilah.
Dengan demikian, Bani Hasyim akan berpikir ulang untuk membalas dendam melawan kabilah-kabilah yang terlibat dan terpaksa menerima uang tebusan yang ditawarkan. Akhirnya, masyarakat Mekkah terbebas dari seorang pria yang selama hidupnya dianggap merusak kondusifitas.
Demikianlah para pembesar Quraisy menyusun rencana pembunuhan Nabi Muhammad SAW. Namun, malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dan mengabarkan rencana jahat mereka.