Ratu Kalinyamat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional ke Presiden
Arif purniawan
Kamis, 01 September 2022 - 09:30 WIB
Ilustrasi Istana Merdeka (foto: Langit7/iStock)
Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah menyelesaikan verifikasi usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Tim telah mendapatkan arsip sejarah dengan sejumlah fakta-fakta di lapangan.
“Berdasarkan dukungan dari sumber-sumber data primer, besar harapan saya ini bisa gol untuk menjadi pahlawan nasional kita,” kata Ketua TP2GP dr Mukhlis Paeni, di Masjid Mantingan kompleks malam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, dikutip dari laman Pemkab Jepara, Kamis (1/9/2022)
Di masjid itu, timnya juga diajak melihat bukti artefak seni ukir masa Ratu Kalinyamat.
Baca juga:Fakta soal Kapitan Pattimura yang Dikabarkan Beragama Islam
Kemudian, menuju sisi barat masjid untuk berziarah dengan didampingi Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta. Di arsip nasional, Presiden Ir. Soekarno pada 13 September 1952 pernah berziarah ke makam tersebut.
Mukhlis menegaskan, meski telah memenuhi keriteria, keputusan penganugerahan gelar pahlawan tetap berada di tangan Presiden. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi tentang kelayakan akademis.
“31 Desember ini sudah akan masuk ke meja dewan gelar dan ke Presiden, saya minta bantuan doa,” ujarnya.
“Berdasarkan dukungan dari sumber-sumber data primer, besar harapan saya ini bisa gol untuk menjadi pahlawan nasional kita,” kata Ketua TP2GP dr Mukhlis Paeni, di Masjid Mantingan kompleks malam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, dikutip dari laman Pemkab Jepara, Kamis (1/9/2022)
Di masjid itu, timnya juga diajak melihat bukti artefak seni ukir masa Ratu Kalinyamat.
Baca juga:Fakta soal Kapitan Pattimura yang Dikabarkan Beragama Islam
Kemudian, menuju sisi barat masjid untuk berziarah dengan didampingi Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta. Di arsip nasional, Presiden Ir. Soekarno pada 13 September 1952 pernah berziarah ke makam tersebut.
Mukhlis menegaskan, meski telah memenuhi keriteria, keputusan penganugerahan gelar pahlawan tetap berada di tangan Presiden. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi tentang kelayakan akademis.
“31 Desember ini sudah akan masuk ke meja dewan gelar dan ke Presiden, saya minta bantuan doa,” ujarnya.