Data Dijual di Forum Online, Kominfo Sebut Tak Simpan Registrasi Kartu SIM
Ummu hani
Kamis, 01 September 2022 - 16:03 WIB
Ilustrasi data ponsel. Foto: LANGIT7/iStock
Sebanyak 1,3 miliar nomor telepon seluler masyarakat Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online, Breached.to. Informasi kebocoran data diungkap oleh anggota Breached Forums, bernama Bjorka.
Dalam unggahannya, Bjorka menyertai logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan narasi kewajiban registrasi SIM prabayar di Indonesia yang ditetapkan pada 31 Oktober 2017.
Baca juga: 1,3 Miliar Nomor Telepon Masyarakat Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan
Menanggapi hal tersebut, Kominfo menegaskan pihaknya tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar maupun pascabayar.
"Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penelusuran internal. Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar," ujar Kominfo, dalam keterangan tertulis, di situs resminya, Kamis (31/9/2022).
Kominfo mengatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
"Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan data tersebut tidak berasal dari Kominfo. Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut," tutur Kominfo.
Dalam unggahannya, Bjorka menyertai logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan narasi kewajiban registrasi SIM prabayar di Indonesia yang ditetapkan pada 31 Oktober 2017.
Baca juga: 1,3 Miliar Nomor Telepon Masyarakat Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan
Menanggapi hal tersebut, Kominfo menegaskan pihaknya tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar maupun pascabayar.
"Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penelusuran internal. Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar," ujar Kominfo, dalam keterangan tertulis, di situs resminya, Kamis (31/9/2022).
Kominfo mengatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
"Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan data tersebut tidak berasal dari Kominfo. Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut," tutur Kominfo.