LANGIT7.ID - , Jakarta - Tak henti-hentinya
kebocoran data terjadi di Indonesia. Kali ini, data 1,3 miliar
nomor telepon seluler masyarakat Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online, Breached Forums.
Kebocoran data ini diungkap oleh seorang anggota forum Breached, bernama Bjorka. Data tersebut berisi nomor seluler kartu prabayar disertai identitas penggunanya, berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama
operator seluler, serta tanggal registrasi nomor ponsel terkait.
Baca juga: Kebocoran Data Pribadi, Pakar Keamanan Siber: RUU PDP Sangat DitungguUnggahan kebocoran data tersebut disertai logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (
Kominfo) dengan narasi kewajiban registrasi SIM prabayar di Indonesia yang ditetapkan pada 31 Oktober 2017.
"Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua pengguna kartu SIM prabayar untuk mendaftarkan nomor teleponnya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan
Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku. Periode pendaftaran dimulai dari 31 Oktober 2017. Kegagalan untuk melakukannya pada akhir batas waktu pendaftaran akan menyebabkan penghentian sementara layanan untuk nomor ponsel," tulis Bjorka, disitus Breached.to, Kamis (1/9/2022).
Bjorka kemudian mengklaim memiliki 1.304.401.300 data nomor ponsel pengguna di Indonesia. Data sensitif tersebut dibanderol USD50.000 (sekitar Rp745 juta) dengan transaksi dalam bentuk Bitcoin dan Ethereum.
Baca juga: Kominfo Bantah Beri Sanksi Telkom dan PLN Terkait Kebocoran Data IndihomeBocoran data tersebut disimpan dalam file 18 GB yang sudah dikompres atau 87 GB sebelum dikompres.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Siber sekaligus Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha mengatakan data tersebut valid.
"Sebanyak Rp1,3 miliat data (nomor telepon masyarakat Indonesia) itu sayangnya valid. Itu sangat bahaya" ujar Pratama, kepada Langit7.id.
Pantauan Langit7.id melalui aplikasi Get Contact, nomor telepon yang diunggah Bjorka memang valid. Beberapa nomor telepon terpantau disimpan dengan nama yang sama.
Baca juga: 85.000 Data Pegawai Kemenkumham Diduga Bocor dan Diperjualbelikan(est)