LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 85.000 lebih
data pegawai Kemenkumham diduga bocor. Data tersebut dijual di situs internet, seperti hal data PLN, Indihome dan Jasa Marga.
"Saya memberi Anda sampel data di bawah ini. Jika Anda ingin lengkap SQL Dump 85.000 data baris pengawai Kemenhumkam RI, dan data pribadi 800 Mb, cukup kontak saya dengan harga terbaik," tulis akun WaterAndCoffe di situs breached.to, dikutip Langit7.id, Senin (29/8/2022).
Akun tersebut juga menyertakan bukti tangkapan layar terkait data yang diretasnya. Terdapat rekaman absensi dan foto pegawai Kemenkumham dari akhir 2021 hingga awal 2022.
Baca Juga: 252 GB Data Aplikasi Bocor, Ini Tanggapan Jasa MargaSelain itu, data yang bocor juga berisi Nomor Induk Pegawai (NIP), nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), ERP, dan nomor rekening lengkap karyawan Kemenkumham.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Humas Setjen Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman, membantah adanya dugaan kebocoran data tersebut.
"Tidak benar sisten informasi kepegawaian (Simpeg) Kemenkumham diretas. Sampai sekarang sistem dan data sudah aman. Itu data yang sudah tidak digunakan, tidak update. Itu data arsip 2020 dan bukan data krusial," ujar Tubagus, dalam keterangan kepada wartawan.
Menurutnya, data yang bocor dan diperdagangkan itu bersifat umum dan tidak dapat digunakan untuk membobol rekening maupun mengubah kata sandi pribadi.
"Data yang tersebar data lama dan bersifat umum sehingga tidak bisa digunakan untuk kejahatan ekonomi, perbankan atau lainnya," tutur Tubagus.
(bal)